YOGYAKARTA- PN NEW, Masalah stunting menjadi persoalan Nasional, maka semua pihak terkait berkolaborasi , bersinergi dalam rangka mencegah dan mengurangi Stunting di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IX, DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si,Apt., menginisiasi kegiatan bersama Mitra BKKBN RI ,BKKN DIY dan stakeholder terkait di Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka memberi Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu bersama Mitra di DIY kepada mahasiswa/ mahasiswi Diaspora NTT di Daerah Istimewa Yogyakarta, bertempat di Resto Radio Sasando90.3fm jalan Laksda Adisucipto,Yogyakarta, (11/12/2023).
Nara sumber : Wakil Ketua Komisi IX DPRRI., Niken Akhirini S.Sos (BKKBN RI).,Dr.Dra.Hj.Andirita Mariyani,M.Pd. (Kepala Perwakilan BKKBN DIY).,Sarmin,S.IP (Plt.Dinas P3AP2KB).,
Turut hadir , Drs.Jhon S. Keban (Ketua Forkom Diaspora NTT – DIY).,Daniel Damaledo, SE,MA.(Owner Radio Sasando) dan Para Sesepuh NTT lainnya, serta mahasiswa/mahasiswi asal NTT di Yogyakarta.
Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah provinsi dengan tingkat stunting tertinggi di Indonesia,oleh karena itu mahasiswa/mahasiswi sebagai kaum intelektual khususnya di Yogyakarta perlu mendapat pemahaman tentang upaya pencegahan dan mengantisipasi stunting di NTT.
Diharapkan, setelah para mahasiswa /mahasuswi ini mendapat pengetahuan, pencerahan dan informasi yang cukup, saat kembali ke daerahnya di NTT turut memberikan informasi, pencerahan kepada masyarakat dilingkungannya tentang bagaimana mengantisipasi stunting dan bagaimana upaya mengurangi stunting yang masih tinggi di NTT.

Dr.Dra.Hj.Andirita Maryani, dalam pemaparannya dihadapan mahasiswa peserta sosialisasi mengatakan bahwa Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya gisi pada anak, atau gangguan pertumbuhan pada anak, penyebab utamanya adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan.
Masa pertumbuhan anak dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan, hal ini yang terkadang kita tidak fokus untuk memperhatikan masalah ini, 1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas pertumbuhan anak.
Pencegahannya adalah usia kawin yang perlu diperhatikan, yaitu pasangan tidak terlalu tua, dan tidak terlalu muda, usia perkawinan yang ideal adalah usia pada lali-laki 25 tahun dan perempuan pada usia 21 tahun.tuturnya.
Sementara itu, Jhon S.Keban, Ketua Diaspora NTT – DIY, dalam sambutannya mengatakan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI angka stunting di Indonesia turun pada angka 21,6%. prevalensi stunting di Indonesia tahun 2023 turun ke 21,6 % dari 24,4% dari tahun sebelumnya., di Daerah Istimewa Yogyakarta pada angka 16,4%, sementara di NTT menjadi provinsi dengan balita stunting terbanyak yaitu 35,3% tahun 2022.
Lebih lanjut Sesepuh NTT ini menuturkan, Untuk itu kita harus mempersiapkan diri sebelum memasuki perkawinan, agar bisa memproduksi generasi-generasi penerus dengan kualitas yang baik untuk mengemban tugas pembangunan bangsa.
Hari ini ,kehadiran adek-adek mahasiswa menjadi penting agar mahasiswa bisa mendapatkan informasi dan pencerahan, dan diharapkan setelah kembali ke wilayah asal masing-masing bisa memberikan informasi, pencerahan ini kepada masyarakat dan lingkungan masing-masing.pungkasnya.(Ome
