Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Hadapan Kaum Melenial, Elly Rachmat Yasin Kritisi Polemik Pilkada Sabu Raijua NTT

Kabupaten Bogor, Pelitanusantara.com |
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Elly Rachmat Yasin mengkritisi proses demokrasi yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) hal ini berpotensi mencederai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Polemik Bupati Sabua Raijua terpilih itu dapat mencederai NKRI karena menyangkut identitas warga negara. Hal itu bisa terjadi karena masih lemahnya seleksi administrasi dan pengarsipan kependudukan,” tegas Elly saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadapan kaum milenial Kabupaten Bogor, Sukaraja, Senin (8/2/21).

Anggota DPR RI Dapil V Jabar itu juga mengatakan, kewarganegaraan ganda Bupati terpilih Sabu Raijua itu terdeteksi oleh Lembaga penyelanggara yang berperan melakukan pengawasan Pemilu.

“Bupati Sabu Raijua terpilih yaitu Orient P Riwu Kore terungkap memiliki kewarganegaraan ganda yaitu RI dan AS.
Hal tersebut terungkap setelah Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua menerima email balasan dari kedubes AS terkait status kewarganegaraan Orient P Riwu Kore,” katanya.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu menegaskan, status ganda kewarganegaraan tersebut telah menabrak peraturan yang berlaku di Republik Indonesia (RI).

“Baik di peraturan KPU nomor 1 tahun 2020 maupun UU nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada, disebutkan bahwa calon gubernur, bupati atau walikota harus WNI. Artinya jelas bukan warga negara ganda. Maka dari itu, sebaiknya ditangguhkan dulu sambil menunggu putusan pemerintah untuk penegakan hukum sebelum pelantikan serentak pada 17 Februari nanti,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, mestinya dilakukan peningkatan sinergitas antar penyelenggara Pemilu agar NKRI tetap terjaga dan kokoh.

“Ini cerminan tidak adanya sinergi antara Kemenlu, Kemendagri, BPS dan KPU, dalam kepemiluan. Ini harus segera diperbaiki agar hal serupa tak terulang. Peristiwa seperti ini bisa mengancam kesatuan di negara tercinta ini,” tandasnya.(Asep Suherman/Pelitanusantara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *