Sinergitas dalam Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST)

Kota Bogor – Pelitanusantara.com sinergitas Kantor POS Cibadak bersama aparatur kelurahan Cibadak mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 2 kepada warga Masyarakat di Kelurahan Cibadak. Penyaluran BST dilaksanakan oleh Petugas Kantor Pos Sebanyak  2 (dua) orang yang dibantu oleh Staff  kelurahan Cibadak.

Menurut Uay Sutiawan (52), Lurah Cibadak menjelaskan, “Dalam Proses Penyaluran BST tersebut dilaksanakan oleh pihak Kantor POS dengan bekerja sama dengan Pihak Kelurahan, karena memang yang mengenal warganya ya pihak kelurahan”

Adapun alasan dilaksanakannya pembagian Bansos di kelurahan di karenakan penerima bansos tersebut  sebanyak 1920 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), apalagi jarak kantor pos lumayan jauh dan untuk menghindari kerumunan

Pembagian BST berlangsung lancar dan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan. Warga mengantri di lapangan parkir kantor kelurahan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pihak kelurahan telah mengatur jadwal berdasarkan Rukun Warga (RW).

“Hari ini giliran RW 01 sampai 06 sebanyak 1000 KPM, kemudian besok giliran sisanya RW 07, 08, 09, 10 dan 12 sebanyak 920 KPM. Sedangkan RW 11, 13, 14 dan 15 termasuk ke Perumahan Tamansari sehingga berada di luar Kelurahan Cibadak,” jelas Adi Sanjaya (58), staff Linmas Kelurahan Cibadak.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah keluarga yang terdampak Covid-19 berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Sosial Kota Bogor yang dilaksanakan pada medio akhir tahun 2020.

Sedangkan menurut Kosim (51) yang juga Staff Kelurahan  bahwa  mayoritas warga penerima bantuan adalah yang berprofesi pekerja serabutan, seperti buruh pabrik, ojek online, garmen dan tukang yang terdata katanya menjelaskan

Sedangkan menurut Ramdani (42) salah satu penerima Bansos berkata, “Adanya Bansos sangat membantu keuangan keluarga. Bisa buat bayar listrik, air, dan beli beras.”

Meskipun begitu, seluruh elemen masyarakat berharap pandemi Covid-19 bisa segera berlalu agar mereka dapat kembali bekerja seperti sebelumnya. Warga menginginkan situasi dapat kembali normal.

 (AS/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *