BOGOR,PELITANUSANTARA.COM – Terkait Pernyataan Bupati Ade Yasin beberapa waktu lalu yang disampaiakn dalam satu acara di Klapanunggal, Para Insan Pers yang tergabung di asosiasi Jurnalist se Bogor Raya berkumpul di Gedung KNPI Kabupaten Bogor yang tujuannya untuk membahas Statemen tersebut.

Kegiatan yang berjalan dengan mengedepankan PROKES .untuk menjaga penyembaran virus Covid-19 berjalan dengan tertib dan lancar, sehubungan dengan Statement Ade, beberapa awak mediapun angkat bicara, dan menyayangkan bahwa Statemen Wartawan Bodrek Keluar dari Seorang Kepala Daerah dalam hal ini, Bupati Bogor.
Menurut L Purba Salah seorang Jurnalist yang tergabung di Organisasi SEKBER bahwa pernyataan Bupati Bogor dalam pidatonya itu,dan menurut saya harus di luruskan tuturnya.
Pertemuan yang digagas oleh Leo Purba untuk Menyikapi Wartawan Bodrek (MWB) ,turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah wartawan – wartawan dari Asosiasi Jurnalist yang ada di Bogor raya seperti Alif dari MCBR Kab. Bogor, juga AJWI Kab. Bogor yang diketuai oleh Nimrod, dan beberapa lembaga atau organisasi lain yang juga hadir dan yang sudah tergabung di MWB beranggotakan 210 media.
hal tersebut juga disampaikan oleh Cepi yang memberi pandangannya terkait viralnya konten bahasa yang disampaikan Bupati Bogor bahwa apa yang disampaikan terkait “Wartawan Bodrex” yang dimaksud oleh BUpati itu tidak ada,karena dengan konten tersebut, sudah melecehkan Marwah wartawan, dan tentunya hal ini wajib untuk di klarifikasi oleh Buapti sebagai Kepala Daerah,agar profesi wartawan hirarkinya dapat diterima di kabupaten bogor tentunya,dan tidak menjadi Polemik,” pungkasnya.
senada dengan apa yang disampakan Ambar dari media online terkait wartawan Bodrex/Bodong “ Banyak dinamika yang terjadi di lingkungan Kab Bogor,namun yang sangat disayangkan mengapa hal tersebut disampaikan oleh Sosok Kepala Daerah, yang sebanarnya hal tersebut tidak seharusnya terlontar dari seorang Kepala Daerah, kalaupun demikian adanya memang terjadi kenapa kepala desa yang dimaksud dengan bupati tidak menempuh Jalur Hukum, agar hal tersebut tidak berdampak kepada kami yang memang bener-benar seorang Jurnalis, sesuai dengan poksinya dalam melakukan kontrol sosial yang benar-benar laksanakan tugas serta fungsi kami sebagaimana yang sudah ditentukan berdasarkan UU Pers,” begitulah jelasnya.
Pemimpin Redaksi Kupas Merdeka Moses pun bahwa “Statement Ade Yasin tidak sepantasnya mengatakan hal tersebut,karena kita wartawan tidak pernah memeras, dan tolong dijaga bahasa nya Ade Yasin itu ,dan saya ingin hal ini harus di suarakan di lapangan,” harapannya
pada pembahasan terkait Menyikapi Wartawan Bodrek ini seluruh awak media yang hadir sangat antusias dan mendorong agar Ade Yasin sebagai “Kepala Daerah” dapat mengklarifikasi ucapannya,” disaat beliau berkunjung di daerah klapanunggal, seluruh Awak media yang hadir juga meminta kepada Bupati Bogor agar membuka ruang dialog kepada kami sebagai corong serta kontrol sosial diwilayah Kabupaten Bogor , keinginan kami minta Bupati Bogor untuk mencabut statementnya secara terbuka serta memohon maaf kepada Insan Pers yang ada di Kabupaten Bogor itulah hasil pertemuan para Jurnalist yang tergabung di beberapa Asosiasi Jurnalist se Bogor raya yang mengikuti jalannya Pertemuan tersebut. (Agus Togu)
