Tangerang,Pelitanusantara.com | Peristiwa pencorat-coretan musolah Darussalam di kelurahan Kutajaya kecamatan Pasar Kemis kabupaten Tangerang pada hari Selasa 29/09/2020, sempat menjadi viral di media sosial dan media massa. Aparat Polres Tangerang bertindak cepat dan sigap, dalam tempo hitungan jam, mengamankan tersangka pelaku, yaitu seorang pemuda berinisial “S”.
Polisi bertindak cepat dan tegas, mengingat kejadian perusakan rumah ibadah sempat viral dan meresahkan masyarakat, dan bisa mengganggu keharmonisan dan kerukunan masyarakat Tangerang-Banten. Menanggapi peristiwa tersebut, Tokoh-tokoh Pemuda lintas Agama di Banten kompak menyerukan untuk masyarakat dan umat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi ataupun diadu domba, serta mempercayakan kejadian tersebut ditangani dan diproses secara hukum oleh aparat.
Tokoh Pemuda dari organisasi agama besar di Indonesia, yaitu Pemuda Ansor dan Pemuda Muhammadiyah di propinsi Banten, mengutuk peristiwa corat-coret musolah tersebut. “Tindakan corat mencoret musolah dan Alquran adalah tindakan biadab dan provokasi, serta merusak hubungan lintas agama. Ini adalah kerikil tajam keagamaan yang harus segera dihentikan di Indonesia,“ pernyataan Ahmad Nuri, SH, M.Si sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Banten. Melanjutkan pernyataannya, “Maka kami mengutuk tindakan biadab itu. Pertama, PW GP Ansor Banten meminta kepada umat jangan terprovokasi atas tindakan biadab itu. Kedua, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan pelecehan dan provokasi atas nama agama. Ketiga, meminta kepada tokoh lintas agama di seluruh Indonesia, khususnya di Banten, untuk menguatkan ukuwah kebangsaan kita, dalam mengantisipasi upaya pecah belah atas nama agama. Empat, mohon kepada ulama untuk bersama umat Islam, lebih waspada dan menjaga kondusifitas keumatan di Banten.” Dihubungi secara terpisah, Mufrod Thama sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten, juga menegaskan, ”Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras kejadian tersebut, apapun motifnya itu tidak dibenarkan. Usut sampai tuntas kejadian ini, supaya masyarakat tahu terang benderang kronologis kejadiannya.” “Dan kepada masyarakat, dimohon untuk tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. Jaga kondusifitas dan tetap waspada, kita serahkan kepada aparat untuk menyelesaikan perkara ini sampai tuntas, transparan dan adil. Semoga kejadian yang sama tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) propinsi Banten, disela-sela kegiatan yang diadakan pada hari Rabu (30/09/2020) di Serang-Banten, menyerukan hal yang sama. “Dalam kejadian ini, kita jangan terlalu reaktif. Karena ada pihak-pihak yang tidak senang kita damai dan hidup rukun. Persoalan tersebut, kita serahkan kepada pihak yang berwajib. Kepada umat, jangan menduga-duga dan menyimpulkan sendiri-sendiri, sebelum mempunyai bukti.” kata Drs Rosadi Pribadi, M.Si sebagai Ketua FPLA propinsi Banten. Beliau juga mengharapkan aparat kepolisian segera bertindak professional, sehingga jelas dan tidak bias. “Kepada umat, jangan mau terprovokasi dan jangan mau diadu domba. Bangsa kita sudah mempunyai pengalaman bagaimana kita diadu domba. Indonesia dibangun dengan susah payah, dengan hasil perjuangan, dan dibingkai NKRI. Kita harus menyadari, bahwa kita berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berbeda agama, untuk menyatukan itu. Bukan lagi untuk membuat perselisihan,” pungkasnya. Sementara itu, Doni Susanto, S.Th sebagai koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga FPLA propinsi Banten, sekaligus Bidang Kepemudaan Muspija Kristen Banten, menyerukan ke seluruh masyarakat untuk mampu menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya peristiwa ini kepada pihak yang berwajib. “Memang semua umat, apapun agamanya, tidak senang apabila rumah ibadahnya dirusak.
Karena itu, kita perlu memperkokoh persatuan dan kerukunan antar umat beragama, terus mengembangkan hidup toleransi dan saling menghargai antar umat beragama. Mengamalkan ajaran dengan benar, serta mengikis habis kebencian dan sikap intoleran di bumi Nusantara. Kita berdoa, semoga kejadian perusakan tempat ibadah tidak terjadi lagi kepada semua agama di seluruh Indonesia,” harap Doni Susanto. Adapun Alex Leonardo dari Pemuda Katolik Komisariat Banten dan juga sebagai anggota FPLA Banten mengatakan, sehubungan dengan peristiwa pengrusakan musolah Darussalam di Pasar Kemis kabupaten Tangerang, menyatakan keprihatinan yang mendalam serta mengecam keras tindakan tersebut. “Pemuda Katolik mengapresiasi tindakan kepolisian yang telah cepat menangkap pelakunya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.” kata Alex Leonardo.
Dr. H.A.M. Romly, M.Hum sebagai Ketua FKUB propinsi Banten, mengarahkan dan menasehatkan, “Jadi yang penting bagi kita zaman sekarang, harus tetap memelihara kerukunan umat beragama. Berita-berita yang belum jelas juntrungannya, harus dikonfirmasi, supaya duduk soalnya jelas. Bila sudah jelas, baru berdialog, supaya saling memahami, tidak dengan jalan kekerasan mapun main hakim sendiri. Pecahkan persoalan keagamaan dengan jernih, dengan tetap saling menghormati dalam kesamaan dan kesetaraan kita, serta tidak memaksakan keinginan sendiri.” Masyarakat dari komunitas manapunbdiharap tetap menahan diri, menahan emosi dan mengetengahkan sikap-sikap kebersamaan dan persaudaraan. Sebab kita hidup dalam ruang yang berbeda-beda, baik suku maupun agama. Kita harus saling menghormati dan menghargai, serta berkomunikasi dengan baik, sehingga penyelesaiannya baik pula. (PN)
