Seminar dan Pelatihan “Financial Planning & Healthy Cooking” Oleh Youth GKAI Gading Serpong

Han_up2000
Seminar Youth GKAI GS 23 Juli
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Tangerang-“Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang” begitulah bunyi dari salah satu pepatah yang mungkin tidak asing lagi bagi setiap kita, dan pepatah tersebut realistis dalam kehidupan kita saat ini. Uang dikenal sebagai alat tukar yang sah dan dapat diterima oleh setiap orang. Ketiadaan uang dalam rumah tangga bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya konflik hingga perceraian. Untuk itu, penting bagi setiap keluarga untuk merencanakan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijak, sehingga kebutuhan hidup dapat tercukupi.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Untuk mendukung terjadinya perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik dan bijak dalam keluarga Kristen, Pemuda Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Jemaat Gading Serpong mengadakan seminar dan pelatihan dengan dengan tema “Financial Planning dan Healthy Cooking”. Selain seminar perencanaan pengelolaan keuangan, pada kesempatan ini juga diadakan pelatihan pembuatan makanan sehat. Adapun pembicara dalam seminar dan pelatihan tersebut ialah Imanuel A. Wulanata Ch., S.E., M.Pd., Dr. Ir. Wahyu Irawati, M.Si., Lastiar R. Sitompul, S.Si., M.Pd., dan Dr. Ashiong P. Munthe, M.Pd. Keempat pembicara tersebut merupakan dosen dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci-Tangerang. Kegiatan seminar dan pelatihan tersebut dilaksanakan pada, Sabtu (23/07/2022), bertampat di gedung GKAI jemaat Gading Serpong.

Dalam pemaparan materi tentang perencanaan dan pengelolaan keuangan, pembicara menyatakan bahwa salah satu faktor utama meningkatnya angka perceraian di Indonesia adalah faktor ekonomi. Seperti data dari Badan Peradilan Agama pada tahun 2021, faktor ekonomi menempati urutan kedua sebagai penyebab terjadinya perceraian di Indonesia yang mencapai 113.343 kasus. Tingkat perceraian tersebut tidak hanya terjadi dikalangan masyarakat umum, tetapi juga dalam keluarga Kristen pun hal demikian sering kali terjadi perceraian karena faktor ekonomi. Oleh karena itu, pembicara dalam seminar ini menegaskan kepada keluarga Kristen sebagaimana yang disampaikan dalam Ibrani 13:5a “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu”. Firman Tuhan tersebut sangat jelas bahwa sebagai orang Kristen agar kita tidak menjadi hamba uang. Kalau kita telah diperhamba oleh uang, maka sampai kapan pun uang yang dimiliki itu akan terus tidak tercukupi oleh kebutuhan hidup. Untuk itu, sebagai keluarga Kristen, kita juga dituntut untuk merencanakan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijak.

Dalam Alkitab, pengelolaan keuangan merujuk kepada tanggung jawab seseorang dalam pengelolaan terhadap berkat yang Tuhan percayakan. Seperti yang dijelaskan dalam Injil Matius 25:14-30 perumpamaan tentang Talenta, dimana tiga orang yang dipercayakan harta berupa talenta oleh tuannya. Masing-masing dipercayakan kepada mereka lima, tiga dan satu talenta sesuai dengan kemampuan mereka dalam pandangan tuannya. Dari ketiga penerima talenta tersebut, dua orang melakukan pengelolaan uang dengan baik dan bijak, sedangkan yang satu orang tidak mengelola talenta tersebut sehingga kemudian mendatangkan murka dari pemberi talenta. Dengan demikian, sebagai keluarga Kristen, kita juga wajib untuk lebih bijaksana dalam melakukan pengelolaan terhadap keuangan yang dimiliki agar dapat mencukupi kebutuhan hidup.

Selain penyampaian materi, pembicara juga memberikan simulasi perencanaan keuangan keluarga yang dapat dengan muda diterapkan oleh setiap peserta yang hadir pada saat itu. Agar peserta yang hadir dapat menerapkan perencanaan dan pengelolaan keuangan tersebut, pembicara juga menyediakan celengan yang kemudian dibagikan kepada seluruh peserta.

Pada kesempatan ini, selain seminar perencanaan pengelolaan keuangan, juga diadakan pelatihan pengelolaan dan penyajian makanan sehat yang disampaikan oleh pembicara yang telah profesional. Sebelum melakukan praktik, pembicara terlebih dahulu menyampaikan materi berkaitan dengan pengelolaan dan penyajian makanan sehat.

Mengawali pembicaraanya, pembicara dengan tegas menyampaikan bahwa tidak semua makanan itu baik untuk kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu, kita perlu memilah dan menyajikan makanan apa saja yang dapat memberikan kesehatan bagi tubuh kita. Agar tetap sehat dan kuat dalam melaksanakan setiap aktivitas sehari-hari, kita perlu menjaga kesehatan tubuh yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat selain dari olah raga yang rutin. Konsumsi makanan sehat merupakan sebuah kebutuhan dan keharusan agar tubuh tetap sehat. Dengan begitu, tubuh dapat menjalankan aktivitas dengan baik.

Makanan sehat yang dimaksudkan adalah makanan yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh, gizinya juga harus lengkap dan dan memiliki kandungan karbohidrat, vitamin, protein, mineral, serat, lemak, dan air dengan jumlah yang cukup. Seperti bahan makanan yang berasal dari biji-bijian yang rendah karbohidrat, buah, dan sayur-sayuran yang segar. Semuanya itu dapat dikonsumsi untuk kebutuhan kesehatan tubuh manusia.

Setelah penyampaian materi dan contoh-contoh makanan sehat, dilanjutkan dengan praktik pengelolaan dan penyajian makanan sehat. Semua peserta yang hadir pada saat itu begitu bersemangat dan antusias untuk melakukan praktik pengelolaan makanan sehat tersebut. Adapun makanan sehat yang dipraktikkan pada saat itu adalah membuat salad buah dan sop buah yang telah dipersiapkan oleh pembicara tersebut. Salad buah dan sop buah yang dibuat kemudian disantap bersama oleh seluruh peserta dan pembicara dalam seminar dan pelatihan tersebut.

 

Penulis: (A. L. Malo)