Sekretariat FBR Bekasi Bercorak Kultur Budaya Betawi

Kota Bekasi,Pelitanusantara.com Tinggal menunggu waktu yang tidak lama lagi, Kantor Sekretariat Forum Betawi Rempug (FBR) Korwil Kota Bekasi rampung dibangun. Markas organisasi masyarakat (Ormas) yang terkenal dengan visi semangat ‘Menjaga Kampung Dewek’ ini tinggal menyelesaikan pembangunan atap dan pagar sebelum bisa digunakan secara resmi.

Pembangunan markas besar Ormas FBR Korwil Kota Bekasi ini menuai simpati berbagai kalangan. Selain karena dibangun secara swadaya internal organisasi, pembangunan gedung yang relatif megah ini dilaksanakan di masa pandemi Corona yang berkepanjangan.

Apresiasi dan dukungan terhadap pembangunan Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi disampaikan langsung oleh Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim yang berkesempatan bersilaturahmi dengan jajaran FBR Korwil Kota Bekasi sekaligus meninjau Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Dukungan dan apresiasi ini diwujudkan dalam doa bersama saat itu demi keberlangsungan proses pembangunan agar berjalan lancar sesuai harapan bersama.

Menyusul kemudian Wali Kota Bekasi H Rahmat Effendi yang juga menyampaikan apresiasinya dengan berkunjung ke Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi, Rabu (7/4) lalu. Bahkan orang nomor satu di Kota Bekasi ini merespon penuh usulan para pengurus dan kader FBR Korwil Kota Bekasi yang ingin membangun mushalla di samping kantor sekretariat yang baru.

Beragam apresiasi itu dilatarbelakangi oleh semangat para pengurus FBR Korwil Kota Bekasi yang secara swadaya dan mandiri membangun kantor sekretariat. Selain itu ada yang unik dari bentuk konstruksi gedung Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi. Secara tampilan, bangunan kantor sekretariat yang terletak di Jalan Ki Ijo bin Beih, Kecamatan Bekasi Selatan, ini tidak terlihat sangar atau garang seperti markas Ormas pada umumnya.

Tampak dari depan, Kantor Sekretariat FBR Kota Bekasi menyerupai sebuah bangunan rumah budaya Betawi. Nuansa Betawi yang kental ini disempurnakan dengan adanya sepasang ondel-ondel (yang menjadi ciri khas kesenian budaya Betawi) di depan pendopo Kantor Sekretariat FBR Kota Bekasi.

Pusat Budaya

Budaya tradisional Betawi yang menjadi  ke khas an kantor sekretariat ini memang tak lepas  dari ide dan cita-cita Ketua FBR Korwil Kota Bekasi Novel Said. Sejak awal pembangunan, dirinya memang bercita-cita ingin menjadikan gedung Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi sebagai pusat pelestarian seni dan budaya Betawi di Kota Bekasi.

Pembangunan kantor sekretariat dengan latarbelakang kultur budaya Betawi Bekasi sudah lama digagas sejak empat tahun lalu. Budaya Betawi Bekasi ini sangat luar biasa jika bisa digali sekaligus dilestarikan,” ungkap Novel Said saat diajak berbincang belum lama ini.

Menurut Novel, kentalnya kultur budaya Betawi yang melekat dalam konstruksi bangunan Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi sebagai semangat untuk melestarikan seni dan bidaya Betawi di Kota Bekasi agar tidak tergerus oleh kebudayaan moderen. “Banyak seni dan budaya Betawi Bekasi yang bisa kita banggakan, seperti seni olah tubuh silat, kesenian ondel-ondel, pakaian budaya, sampai makanan khas yang tidak kalah enaknya untuk dicicipi, dan semua ini akan ada di Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi,” ulas Novel.

Dengan memperkuat kultur budaya ini, Novel berharap para anggota FBR memiliki jiwa yang teguh untuk tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dari seni dan budaya yang ditinggali nenek moyang bangsa ini. “Jangan seperti eceng gondok yang hidupnya terombang-ambing karena akarnya mengambang di air, tidak tertancap teguh di tanah, para anggota FBR harus menjadi garda terdepan dalam rangka melestarikan seni budaya asli Betawi Bekasi,” tegasnya.

Shalat dan Silat

Selain mengemas konsep kebudayaan, Novel juga berencana menyemarakkan Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi dengan kegiatan rutin pengajian dan latihan seni oleh tubuh silat. Kegiatan rutin ini untuk memperkuat akhlak anggota FBR menjadi lebih beradab dan beriman.

“Saya ingin menepis pemahaman masyarakat terhadap Ormas yang katanya identik dengan premanisme, ugal-ugalan, atau biang keributan. Nah dengan kultur budaya yang saya kedepankan, setidaknya saya ingin mengingatkan bahwa sejak dulu itu Budaya orang Bekasi itu santun dan beretika serta bisa menerima perbedaan, jauh dari keributan dan sikap Arogan. Maka dari itu  saya siapkan kegiatan rutin seperti latihan pencak silat, palang pintu, dan pengajian sesudah jadwal ibadah Shalat Maghrib, bahkan tiap tiga bulan sekali kami akan menggelar pagelaran seni dan budaya Betawi Bekasi di kantor sekretariat ini,” papar Novel.

Dengan berdirinya kantor sekretariat ini, Novel berharap jajaran FBR lebih solid dan eksis dalam berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat. “Militansi makin solid, para Ketua Gardu FBR semakin semangat menggiatkan program kemasyarakatan, serta bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Bagaimana kita bisa menjaga kampung kita dewek kalau masyarakat sekitar kita merasa tidak aman dengan kehadiran kita? Yuk kita jaga bersama kampung kita yang kita cintai ini,” ujarnya.

Cita-cita yang disampaikan Novel Said ini langsung didukung Djajang Buntoro selaku Ketua Bidang Koperasi FBR Korwil Kota Bekasi. “FBR adalah satu Ormas yang bisa mengikuti perkembangan zaman, tetapi masih bisa mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai hidup masa lalu, seperti 3S, yakni shalat silat dan sekolah,” ulas dia.

Menurut Djajang, itulah sebabnya Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi dibangun demikian besar dan megah dengan bermodalkan semangat kebersamaan seluruh pengurus dan anggota FBR. “Kantor sekretariat ini bukan hanya sekedar kantor tapi akan menjadi rumah budaya Betawi yang ada di Kota Bekasi, bahkan bisa menjadi rumah kegiatan bagi seluruh Ormas,” jelasnya.

Tak lupa, Djajang menyampaikan rasa terima kasih jajaran FBR Korwil Kota Bekasi kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kelancaran proses pembangunan Kantor Sekretariat FBR Korwil Kota Bekasi. “Kalo hari ini kantor sekretariat ini terbangun, itu karena kemurahan hati Bang Pepen selaku Wali Kota kita, juga karena doa berkah dari Pak KH Lutfi Hakim selaku Ketum FBR, dan berkat semangat kerempugan para Ketua Gardu dan seluruh anggota keluarga besar FBR Kota Bekasi,” pungkasnya.(Romo/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *