Sekda Burhanudin: Sentul Eco Edu Tourism Forest Harus Jadi Objek Wisata PEDULI

Babakan Madang, Pelitanusantara.com Sekretaris Derah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin meresmikan Millenials Hall dan K-Forest Hall di kawasan Sentul Eco Edu Tourism Forest, Babakan Madang Kabupaten Bogor, Selasa (6/4/21).

Menurut Sekda, adanya Millenials Hall dan K- Forest Hall Sentul Eco Edu Tourism Forest dapat menjadi wisata Conservation, Education and Recreation (CARE) serta jadi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Bogor, selain itu juga sebagai ekowisata tidak saja fokus pada pelesatarian lingkungan, juga dapat meningkatkan masyarakat berwawasan lingkungan karena dalam pengelolaannya masyarakat setempat sehingga akan memberikan dampak terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ekonomi memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus berpacu mudah-mudahan ini jadi salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Bogor, khususnya wisata edukasi. Hutan Wisata Sentul Eco Edu harus jadi objek wisata PEDULI,” ungkap Burhanudin.

Burhanudin menyatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melaksanakan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dalam skala yang lebih masif, seperti rehabilitasi hutan dan lahan, pengadaan bibit, penghijauan, hutan tanaman, reboisasi dan penerapan zero delta q policy untuk daerah resapan air, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

“Sentul Eco Edu Tourism Forest ini bahkan sudah masuk ke dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Bogor. Ini masuk di salah satu prioritas yang akan kami pasarkan dengan menggunakan berbagai sarana media,” tambahnya.

Saat ini, Sekda melanjutkan, Pemkab Bogor sudah melakukan MOU tentang pelestarian hutan dan lingkungan hidup se-Kabupaten Bogor, termasuk didalamnya mendukung pengembangan objek wisata yang berbasis alam dan pelestarian lingkungan hidup. Pada prinsipnya, Pemkab Bogor menyambut baik berbagai program yang diadakan Korea Indonesia Forest Center.

“Semoga kedepan kiprah KIFC di Kabupaten Bogor semakin berkembang dan kita dapat dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim dan melestarikan lingkungan melalui berbagai program ekowisata dan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Kepala Bagian Kerjasama Bilateral Biro Kerjasama Dalam Negeri, Dodi Sumargi menyatakan, adanya pembangunan Sentul Eco Edu Tourism Forest, diharapkan menjadi media dalam meningkatkan kerjasama bidang kehutanan, wisata alam, perubahan iklim, konservasi dan ekowisata berbasis wawasan lingkungan.

“Di Sentul Eco Edu Tourism Forest sudah terbangun pos keamanan laboratorium, museum hutan Indonesia, wisma, asrama dan ruang belajar, kantin, mushola, gudang, toilet, jembatan dan aula terbuka. Kami yakin adanya Sentul Eco Edu Tourism Forest dapat mendukung pelestarian alam, pendidikan lingkungan, wisata penelitian dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (Agus Togu/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *