Tangerang-Pelitanusantara.com-Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Gading Serpong melaksanakan Perayaan Natal pada hari Kamis, 23 Desember 2021 secara onsite. Natal GKAI Gading Serpong tahun ini mengusung tema: “Anggota Keluarga Allah-(Efesus 2:19)” dan pembicaranya adalah Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, M.Th. yang dikenal memiliki kiprah dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

“Kalau kita betul-betul sebagai anggota keluarga Allah, maka saling tolong-menolonglah. Jangan hanya datang sebagai tamu saja setelah itu pulang yang penting sudah kebagian, tidak peduli karena kita bukan anak atau keluarga dari gereja ini”. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh pria kelahiran Bandung tersebut.
Selanjutnya, pria kelahiran 28 Januari 1950 mengajak jemaat Tuhan yang hadir pada saat Perayaan Natal untuk mengoreksi diri bagaimana peran dan keterlibatannya dalam gereja sebagai bagian dari anggota kerjaan Allah.
“Mari kita mengoreksi diri kita, apakah saya mau berjuang untuk gereja ini? Atau apakah hanya sebagai tamu. Dalam hidup ini, kita harus tahu dimana rumah kita atau sebagai anggota keluarga Allah, kita harus mempunyai tempat dimana kita akan bernaung, jangan hanya kita numpang untuk pemberkatan nikah dan setelah itu hilang”, tegasnya.
Dijelaskan juga bahwa tujuan dari pernikahan Kristen bukan untuk mempunyai anak banyak, karena memiliki anak merupakan berkat dari Tuhan. “Tujuan pernikahan dalam Kristen bukan untuk mempunyai banyak anak, ada anak itu karena berkat Tuhan dan kalau tidaka ada anak maka itu akan bingung. Tujuan dari pernikahan bukan seperti itu, ada anak itu berkat Tuhan, tidak bukan berarti pernikahan tidak sah. Pernikahan yang sah harus memiliki tiga hal yaitu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan isterinya, dan menjadi satu daging (Kejadian 2:24)”, jelas mantan Ketua Umum Partai Damai Sejahterah periode 2001-2009.
Pendiri Yayasan Doulos itu juga mengingatkan kepada keluarga dan anak-anak muda yang hadir pada saat itu bahwa pernikahan merupakan ketetapan Allah yang harus dijaga karena ada tujuan Allah yang harus diselesaikan dalam kehidupan keluarga.
“Pernikahan itu adalah sekali untuk seumur hidup. Tujuan dari pernikahan adalah menyelesaikan desteny yang Tuhan tetapkan. Maka dari itu, Tuhan memberikan seorang penolong untuk menyelesaikan tujuan hidupnya, itu pernikahan”, tegasnya.
Pemimpin Tabloid Jemaat Indonesia itu menegaskan tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh keluarga Kristen dalam membangun rumah tangga. “Patama yaitu setelah menikah yang mengikat mereka adalah Firman Tuhan yang mempersatukan – apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh dipisahkan oleh manusia, itu janji Firman Tuhan; Kedau yaitu janji nikah – saya setia baik suka maupun duka, baik sakit maupun sehat, dan baik kaya maupun miskin, itu janji nikah; dan Ketiga yaitu cinta kasih- cinta kasih tidak boleh menjadi nomor satu karena itu merupakan perasaan, perasaan bisa naik turun”, tandasnya.
Dalam pemaparan penutupnya, mantan Ketua Sekolah Tinggi Teologi Doulos itu mengutip Efesus 2:19 sebagai penegasan penutup khotbahnya “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah”. (A. L. Malo)













