Pelitanusantara.com Menjelang hari Pentakosta yakni hari turunnya Roh Kudus, lima puluh hari setelah paskah kebangkitan Tuhan Yesus, kita mempelajari pribadi Roh Kudus.
Roh Kudus adalah pribadi yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus saat akan menghadapi penderitaan-Nya. Yohanes 14::26: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa Roh Kudus yang akan mengajar, mengingatkan apa yang telah Tuhan katakan. Roh Kudus yang disebut sebagai Penghibur itu sesungguhnya yang akan memberi pengajaran terhadap orang percaya sehingga mengerti akan kebenaran. Selain itu, Roh Kudus akan mengingatkan segala pengajaran yang Tuhan berikan, sehingga orang percaya dikuatkan.
STEFANUS
Stefanus adalah salah seorang pelayan meja atau yang disebut diakonos. Kisah Para Rasul 6:5 “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.”
Sebagai pelayan diakonia, Stefanus tidak saja melayani orang-orang miskin dengan membagi-bagi berkat jasmani, tetapi juga memberitakan firman Tuhan. Bahkan dalam pelayanannya, Stefanus juga menyatakan mukjijat Tuhan. Kisah Para Rasul 6:8 “Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.” Hal ini menyebabkan orang Yahudi memusuhinya dan pada akhirnya merajamnya dengan batu hingga mati.
Saat Stefanus hendak mati, dia memohon kepada Tuhan supaya Tuhan mengampuni orang-orang Yahudi yang telah menganiayanya. Kisah Para Rasu 7:59-60 “Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.”
ATURAN DUNIA
Dalam agama Yahudi ada aturan, gigi ganti gigi, mata ganti mata. Kitab Imamat 24:20 menulis, “patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.” Hal ini menunjukkan bahwa balas dendam diperbolehkan untuk mendapatkan keuntungan dari kerugian yang ditimbulkan.
Dan itulah yang diberlakukan dunia pada saat ini. Orang-orang melakukan balas dendam untuk membalaskan kekecewaan hatinya. Orang mencaci maki dibalas mencaci maki. Orang selingkuh dibalas selingkuh. Orang membunuh dibalas membunuh, dan sebaginya. Dengan demikian, tidak ada kedamaian di dunia ini.
SAAT DALAM PENDERITAAN
Sebagaimana Stefanus, orang-orang Kristen dari masa ke masa mengalami penderitaan. Mulai dari penderitaan karena cercaan hingga tindakan persekusi dan penganiayaan. Apakah yang harus dilakukan? Apakah boleh membalas seperti aturan dunia?
Tuhan Yesus mengingatkan dalam Matius 5:10-12 “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
Hal ini memberi pengajaran bahwa penderitaan yang dialami oleh karena iman, selayaknya membuat kita berbahagia. Dengan demikian kita bisa mendoakan orang-orang yang melakukan penganiayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh Stefanus saat dia berkata,” “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (Kisah Para Rasul 7:60) Roh Kudus sumber kekuatan dan penghiburan yang akan memampukan!
Oleh: Pdt. Em. Suyito Basuki
