Ricardo RJ Palijama Terpilih sebagai Ketua Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili Priode 2020 – 2024

Bandung, Pelitanusantara.com | kemelut yang terjadi dalam Rapat Gereja Methodis Injili, akhirnya berakhir dengan baik dengan terpilihnya  Pdt Ricardo RJ Palijama dan Pdt Fadillah Mulya sebagai Ketua Badan Musyawarah  dan Sekretaris Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili dalam Sidang Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili pada 5 September 2020 yang lalu.

Menurut Pdt A.Yahya kepada Pelitanusantara.com Bahwa Rapat Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili dalam Anggaran Dasar pada Pasal 8.8 Tentang Rapat Badan Musyawarah. Rapat Badan Musyawarah dapat diadakan setiap enam bulan atau jika diperlukan para anggota yang bernaung di bawah Badan Hukum Gereja Methodis Injil dapat saja sewaktu-waktu. (bilamana perlu atau adanya hal-hal yang sangat mendesak). Untuk surat memperlancar rapat tersebut maka sekretaris Badan Musyawarah akan membuat surat undangan atau menghubungi semua anggota”.

oleh karena itu dengan Pertimbangan Protokol kesehatan Covid 19, maka Rapat Badan Musyawarah di lakukan secara Virtual dan di sepakati oleh para peserta sidang dinyatakan sah dan sesuai dengan anggaran dasar kami.dalam Rapat Badan Musyawarah telah berhasil memutuskan beberapa hal seperti mengangkat kepengurusan baru 4 Tahun kedepan dengan susunan sebagai berikut :

  1. Ketua                  : Pdt. Ricardo RJ Palijama
  2. Wakil Ketua       : Pdt. Ahmad Safari Yahya
  3. Sekretaris          : Pdt. Fadilla Mulya
  4. Bendahara         : Pdt. Christina Martha P

oleh karena itu amanah Rapat Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili juga telah mengkaji tentang pentahbisan pendeta tanggal 1 Desember 2019 dan tanggal 12 Januari 2020, yang secara aturan Cacat Administrasi dan bertentangan dengan mekanisme Anggaran Dasar, Jelas Pdt A. Yahya dan munurutnya lagi  akan segera di tindaklanjuti oleh Tim yang sudah di bentuk oleh Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili

dan Pdt Fadillah Mulya sebagai Sekretaris Badan Musyawarah Gereja Methodis Injili Priode 2020 – 2025 menambahkan bahwa ” hasil rapat Badan Musyawarah Methodis Injili sudah kami laporkan ke Bimas Kristen dan kami akan menertibkan secara administrasi tentang keanggotaan Gereja Methodis Injili, harapan kami bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik dan selesai dalam tempo yang tak lama, hal yang berkenaan penthabisan yang tidak memenuhi persyaratan secara administrasi kami akan laporakan kepada Bimas Kristen itu bukan bagian dari Gereja Methodis Injili dan akan kami kirimkan ke seluruh pembimas kristen yang ada diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bahwa keanggotaannya tidak kami Akui “ katanya lagi (PN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *