Ribuan Massa FPN Desak Kemerdekaan Palestina, Tuntut Amerika Serikat Hentikan Dukungan pada Israel

Kefaspelita
IMG 20250628 WA0068
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Majene, 28 Juni 2025 – Ribuan massa Free Palestine Network (FPN) memadati jalan-jalan di Kota Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu pagi, 28 Juni 2025, untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 H dengan tema “Free Palestine”. Mereka menggelar pawai dan festival yang dimeriahkan dengan pentas seni, lomba mewarnai untuk anak-anak, dan bazar UMKM lokal.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas semesta yang mendukung kemerdekaan Palestina dan perlawanan terhadap kolonialisme/imperialisme. Sekjen FPN, Furqan AMC, menyatakan bahwa aksi ini adalah upaya untuk menyatukan teori dan praktek dalam gerakan perubahan.

“Israel adalah benteng terakhir kolonialisme/imperialisme, sedangkan Palestina adalah front terdepan anti-kolonialisme/imperialisme,” kata Furqan dengan tegas.

Furqan juga mengingatkan bahwa kolonialisme secara legal sudah tumbang pada Konferensi Asia Afrika 1955, namun sisa-sisa kolonialisme masih terasa di bumi Palestina. Palestina adalah satu-satunya bangsa yang hadir pada konferensi tersebut yang belum merdeka, sehingga mendukung kemerdekaan Palestina adalah tugas sejarah yang harus ditunaikan.

“Kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah kita semua. Kita tidak boleh membiarkan penjajahan Israel terus berlanjut,” tegas Furqan.

FPN melakukan aksi solidaritas tidak hanya di Majene, tetapi juga di berbagai kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Bogor, Surabaya, Pekanbaru, Palembang, Kendari, Tarakan, Medan, dan Jakarta. Di Jakarta, ratusan massa FPN menggeruduk Kedubes Amerika Serikat pada 20 Juni lalu untuk menuntut dihentikannya genosida di Palestina dan memaksa Amerika Serikat untuk berhenti mempersenjatai Israel.

“Amerika Serikat adalah penyumbang 80% senjata yang digunakan Israel menggenosida rakyat Palestina. Kita tidak boleh diam melihat kejahatan ini,” kata Furqan dengan nada keras.[÷]