Pelitanusantara.com – Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) di Indonesia diperingati setiap tanggal 2 Mei.
Adapun perayaan ini bertujuan untuk menghormati jasa Ki Hajar Dewantara, sebagai tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.
Beliau dikenal karena menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.
Ki Hajar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia dan diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, “Tut Wuri Handayani” yang berarti “di belakang memberi dorongan”, digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.
Dan hari Pendidikan Nasional ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Perayaan ini bukan hari libur nasional, namun dirayakan secara luas di Nusantara dengan upacara bendera di setiap instansi pendidikan
Dunia Pendidikan Indonesia di Era digital saat ini telah membawa dampak yang sangat besar, baik memiliki tantangan yang tak mudah dan juga menghadirkan peluang bagi dunia pendidikan Indonesia
Memasuki era teknologi digital dimana kita dapat mengakses informasi yang lebih luas dan dengan metode pembelajaran yang memiliki inovatif dan dapat dijangkau melalui teknologi Internet.
Namun, dengan teknologi juga kita juga menghadapi kesenjangan sosial dalam hal teknologi digital karena akses internet tidak dinikmati secara merata masih karena terkendala pada wilayah – wilayah dalam memperoleh akses teknologi sehingga kurangnya jangkauan literasi digital di kalangan pendidik dan peserta didik.
Oleh karena itu, Pemerintah dalam hal ini pemegang kebijakan dan regulasi di Indonesia serta para stakeholder yang berkepentingan dapat berkolaborasi untuk memastikan pemerataan akses teknologi, peningkatan literasi digital, dan pengembangan kurikulum yang relevan di era Globalisasi saat ini.
Dalam memperingati Hardiknas 2025 ini menjadi momentum refleksi diri agar dapat menciptakan sistem pendidikan yang berdaulat, Progrefive, inklusif, adaptif, dan terukur serta mampu mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan menuju cita – cita Indonesia Emas 2045
Dan juga sebagai bangsa yang besar kita berkewajiban membangun arah pendidikan Nasional yang berdaulat, tidak melupakan jati diri bangsa dan tangguh memasuki era digital saat ini
Karena di tengah arus modernitas dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan karakter, nilai-nilai moral, dan kearifan budaya lokal seringkali terlupakan dan termarginalkan. Padahal, pendidikan karakter merupakan pondasi penting bagi pembentukan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berintegritas, dan bertanggung jawab serta Berintegritas
Maka hal yang mendasar kita memastikan bahwa kurikulum pendidikan Nasional perlu lebih menekankan pada pembentukan karakter, bukan hanya mengejar prestasi akademik semata.
Oleh karena itu pola didik juga perlu melibatkan Sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk bersinergi dalam menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025, Semoga dunia Pendidikan Indonesia melahirkan para pemimpin yang tangguh, berkarakter dan membawa bangsa kita menuju kejayaan Nusantara.
Harapan baru disematkan kepada Pemerintahan Prabowo – Gibran semoga Pendidikan Indonesia memiliki kedaulatannya dan cita-cita menuju Indonesia Emas bisa terwujud ketika pendidikan memiliki regulasi yang berpihak kepada anak bangsa yang memiliki Hak yang sama dalam memperoleh pendidikan seperti yang diamanatkan konstitusi dan bukan hanya retorika. Ya Semoga saja!
Kefas Hervin Devananda,S.Th.,M.Pd.K.,ketua Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat
