YOGYAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah ( PGIW) se Indonesia tahun 2022, dengan thema Aku adalah Awal dan yang Akhir (wahyu 22:12-23)
Sub.Tema : Spiritualits keugaharian: membangun keadaban publik demi pemeliharaan Bumi sebagai Sacramentum Allah.
Terkait rangkaian kegiatan Rakernas PGIW/SAG 2022, Panitia Penyelenggara memberi keterangan kepada media bertempat di Auditorium UKDW Yogyakarta , Sabtu, (13/8/2022).,

Dihadiri Sekum PGI Pdt.Jacky Manuputty., Ketua MPH PGIW DIY Pdt.Em.Bambang Sumbodo,M Th., dan Ketua Panitia Penyelenggara, Drs.Purnawan Hardiyanto,M.Ec.Dev, dan Tim Humas UKDW.
Sekum PGI pada kesempatan tersebut mengatakan, PGIW adalah salah satu Organ dari PGI yang terdiri dari 29 PGIW se Indonesia, dan yang mengikuti Rakernas kali ini terdiri dari 26 utusan Wilayah, sementara yang lain mengikuti kegiatan secara hybrida.
Lebih lanjut Sekum PGI mengatakan, PGI sedang menyelesaikan beberapa isu besar diantaranya , Krisis Kebangsaan, Krisis Ekologi, Krisis Oekumene dan Transformasi digital, dimana kita dihadapkan dengan realitas kebangsaan dan realitas kemanusiaan, dimana semua sektor mengalami tekanan.
Politisasi identitas diruang publik yang membuat paguyuban kebhinekaan dan kebangsaan kita semakin melemah, apalagi menjelang pemilu 2024. Kita juga menghadapi persoalan lingkungan, ancaman ekologi yang berwujud dalam berbagai aspek, juga relasa beragama, kita sedang berjuang untuk membawa gereja berjalan pada panggilan, misi bersama tidak terpecah dalam ego sektoral. ujar Pdt.Jacky Manuputty.
Ketua PGIW DIY, selaku tuan rumah berterima kasih kepada semua pihak, baik Pemerintah Daerah DIY, terkhusus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara, Purnawan Hardiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan Rakernas PGIW berlangsung dari tanggal (11-14/8/ 2022), dengan pembicara utama ( keynote speaker ) Sri Sultan HB X, bertempat di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus membuka Rakernas PGIW (12/8), dilanjutkan acara Rakernas di auditorium UKDW dengan menghadirkan beberapa pembicara tamu diantaranya , Ketua Umum PB NU, yang diwakili Allisa Wahid., Ketua PP Muhammadyah , diwakili oleh Prof.Dr. Syafiq Mughni., Sekretaris PGI Pdt.Jacky Manuputty., dan juga Dr.Suhadi mewakili Rektor Universitas NU Yogyakarta, Rektor UMY Prof.Dr.Ir. Gunawar Budiyanto MP . IPM., Rektor UKDW Ir. Henri Feriady,M Sc Ph.D.
Dan juga hadir menyampaikan materi dan memimpin serta memberi arahan pada sidang komisi, Ketua Umum PGI ,Dr. Gomar Gultom,M.Th., dan juga Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X memberikan Closing Remarks pada sesi akhir Rakernas PGIW/SAG 2022.
Lebih lanjut Purnawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kehormatan dari PGI untuk Yogyakarta sebagai tuan rumah, karena selama pandemi covid-19, seluruh kegiatan terpending, dan kebetulan pada Rakernas PGIW/SAG 2022, kita berbicara tentang kerukunan antar umat beragama, dimana yogyakarta dikenal dengan miniatur Indonesia, dan city of toleran.
Memang jogja tidak lepas dari konflik, tapi bila ada masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik.tutur Purnawan.
Hal ini kami sampaikan saat beraudiensi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X , kegiatan ini bertujuan membahas tentang kerukunan antar umat beragama, sehingga hampir 70% pembicara pada Rakernas PGIW ini adalah tokoh-tokoh Muslim, tutur Purnawan.
Disamping itu, Sri Sultan HB X, dalam pemaparannya pada sesi pembukaan Rakernas PGIW/SAG 2022, (12/8) dengan judul “Pluralusme Dalam Keniscayaan Umat beragama” mengatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika jangan hanya dijadikan Mitos, tetapi hendaknya dijadikan Etos bangsa untuk memperkokoh kebangsaan ditengah tarikan globalisasi budaya.
Peradaban Indonesia baru adalah pohon yang berdiri tegak, rimbun dan berbuah lebat, pengandaian Indonesia yang maju dan beradab, Indonesia harusnya mampu memakmurkan, memajukan dan memberi rasa keadilan bagi selu
