Protes Warga Simpang Raya Terhadap Jalan Rusak Akibat Aktivitas Perusahaan di Kutai Barat

Kefaspelita
Img 20250213 Wa0002
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kutai Barat, Warga Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), melaksanakan aksi protes terkait kerusakan jalan yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan. Truk-truk perusahaan yang melintas di jalan tersebut memperburuk kondisi infrastruktur yang sudah rusak parah. Protes ini menjadi sorotan masyarakat setempat yang menginginkan perhatian serius dari pihak perusahaan untuk memperbaiki kondisi jalan.

Img 20250213 Wa0003

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Yehezkiel Pomen, perwakilan masyarakat Simpang Raya, menjelaskan bahwa keluhan mengenai jalan rusak sudah disampaikan sejak lama, namun tidak ada tindakan nyata dari pihak terkait. “Sebenarnya sudah ada keluhan dari warga sejak lama, tapi kami terus berusaha mencari solusi. Jalan yang rusak ini mengarah ke rumah sakit umum Kubar, yakni HIS, yang merupakan objek vital bagi masyarakat. Seharusnya jalan ini layak, namun kenyataannya malah semakin rusak,” ujarnya dalam pertemuan dengan awak media Pelita Nusantara.

Yehezkiel menambahkan bahwa warga sempat berencana untuk menutup jalan sebagai bentuk protes. Namun, setelah koordinasi dan diskusi dengan berbagai pihak, akhirnya mereka memutuskan untuk mengadakan mediasi dengan perusahaan-perusahaan yang terlibat. “Kami mengundang perusahaan-perusahaan yang terlibat, yaitu PT. KAL, PANG YONO, PT. KERUING, dan PT. KAS, untuk hadir dalam pertemuan yang diadakan di Hotel Sidodadi. Puji Tuhan, perusahaan-perusahaan tersebut menyambut baik pertemuan ini dan menyanggupi untuk mengambil tindakan,” lanjut Yehezkiel.

Img 20250213 Wa0004

Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan segera memperbaiki jalan yang rusak. Sebuah berita acara disepakati sebagai dasar komitmen perusahaan untuk mengajukan permohonan ke manajemen pusat dan bertanggung jawab terhadap pemerintah daerah. “Kami berharap perbaikan jalan ini bukan hanya selesai sekali saja, tetapi ada kesepakatan untuk pemeliharaan secara berkelanjutan. Jalan yang aman dan nyaman menjadi harapan utama kami, dan perusahaan harus berkontribusi dalam hal ini,” ujar Yehezkiel.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa perbaikan jalan akan dimulai dalam waktu 3-4 hari ke depan. Proses perbaikan ini melibatkan tim teknis yang akan melakukan perhitungan volume material yang diperlukan, seperti batu pecah dan tanah, serta menyiapkan alat berat seperti ekskavator, grader, dan recorder untuk memperbaiki jalan tersebut.

Yehezkiel juga menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah mempersoalkan undang-undang atau peraturan daerah, namun yang mereka harapkan adalah kenyamanan dan keamanan saat berkendara. “Kami ingin jalan ini aman, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk perusahaan yang melintas,” katanya.

Sebagai langkah lanjut, masyarakat Simpang Raya bersama perusahaan telah sepakat untuk membentuk grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi untuk memonitor perkembangan perbaikan jalan. “Kami berharap agar ke depan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kubar lebih peduli terhadap lingkungan dan infrastruktur, dan tidak hanya mengandalkan beban pemeliharaan jalan kepada pemerintah daerah,” tutup Yehezkiel.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan perbaikan jalan di Simpang Raya akan membawa dampak positif, tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga untuk kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. [MM]