Prof. Dr. dr. James Tangkudung., Sportmedicine., M.Pd. : ” Untuk mengalahkan dan membasmi covid-19 harus mengetahui kelemahan covid-19 “

IMG 20200427 WA0076

 

Jakarta –  Pelitanusantara.com | Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diberlakukan pemerintah pusat sudah bisa dibuka secara bertahap atau unlock khususnya di DKI Jakarta mulai Tanggal 21 Mei 2020. Pada Tanggal tersebut umat kristiani merayakan hari kenaikan Isa Almasih dan pada Tanggal 24-25 Mei umat muslim merayakan hari raya idul fitri. Pembukaan secara bertahap ini tentunya dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Pernyataan ini disampaikan Prof. Dr. dr. James Tangkudung., Sportmedicine., M.Pd. ketika diwawancarai awak media PEWARNA Indonesia ketika mengisi siaran di RPK 96.3 FM.


Prof. James Tangkudung mengatakan “Saya menggunakan teori plasma, teori serum atau teori antibody yang ada dalam dunia kedokteran bahwa masa inkubasi covid-19 itu selama dua puluh satu hari dimulai pemeritah mengumumkan Indonesia terpapar covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Dari Tanggal 2 Maret 2020 sudah lebih dari tiga bulan atau 81 hari atau akan berakhirnya fase ke empat. Jadi mulai Tanggal 21 Mei 2020 sudah bisa dibuka secara bertahap. Hanya ketentuan jaga jarak dan tetap menggunakan masker” terangnya.

Prof. James Tangkudung melanjutkan “Untuk mengalahkan dan membasmi covid-19 harus mengetahui kelemahan covid-19, dan covid-19 itu dilapisi oleh lemak, lemak akan hancur oleh lemak, alkohol atau disinfektan. Yang paling penting adalah apabila kita merasakan panas diatas 37 derajat, batuk, pilek, alat indra perasa tidak berfungsi jangan panik, akan tetapi minum obat penurun panas, minum vitamin C dan E, lalu terus bergerak jangan dibawa tidur, karena bawaan covid-19 itu malas ingin tidur karena dengan kita tidur covid-19 semakin kuat menyerang tubuh kita,  ibaratnya seperti air diselokan yang mampet semakin dibiarkan tergenang maka kuman – kuman akan semakin banyak dilokasi yang mampet itu,akan tetapi ketika saluran yang mampet itu dibersihkan, maka air kembali mengalir dan kuman – kuman yang ada diselokan akan hilang dibawa arus air. Demikian juga dengan tubuh kita apabila terus bergerak sel – sel tubuh, serum akan bergerak memakan virus covid-19. Demikian juga dengan bergerak ber-olahraga selama 30 menit membuat panas tubuh kita naik diatas 35 derajat celcius sampai dengan 39 derajat celcius dengan sendirinya panas tubuh kita membunuh virus covid-19. Demkian juga dengan persedian oksigen didalam paru paru kita harus selalu diisi dengan sebanyak mungkin oksigen, karena covid-19 menghalangi oksigen masuk kedalam paru paru, dengan pengentalan dahak pada saluran pernafasan dengan menarik nafas sebanyak mungkin virus covid-19 akan kalah dan tidak berhasil menghambat saluran pernafasan” terang Prof. James Tangkudung yang sampai saat ini mash mengajar sebagai guru besar di program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

Sebagai penutup statemennya Prof. James Tangkudung mengatakan Umat manusia adalah mahluk tertinggi yang diciptakan Tuhan, dibawah manusia masih ada hewan, dibawah hewan baru ada mahluk yang amat kecil yaitu virus dan salah satunnya virus Covid-19, oleh karena itu jangan sampai manusia kalah dengan kuman atau covid-19 ini, karena manusia mahluk cerdas dan kuat serta harus mampu mengalahkan kuman, tentu saja kita juga harus berhikmat  dan berusaha sekuat tenaga, jangan anggap enteng. Dengan kecerdasan, hikmat, dengan pola hidup sehat, banyak berdoa atau Era et labora kita pasti bisa menang berperang melawan dan membasmi covid-19 ini” Ungkapnya.(Kefas/Pelitanusantara.com).