Polresta Bogor kota akan Tindak tegas penggun Knalpot Racing

Kota Bogor, Pelitanusantara.com

Polisi akan menindak tegas pengguna kendaraan berknalpot Racing yang mengeluarkan suara bising, selain itu petugas juga akan melakukan razia bengkel-bengkel modifikasi kendaraan khususnya roda dua.

Ilustrasi Gambar/Pelitanusantara.com

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo mengatakan, bagi pengguna knalpot bising dikenakan sanksi sesuai pasal 285 UU nomor 22 Tahun 2009.

“Setiap pengguna kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan tidak laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 Ribu,” tegasnya, Selasa (9/3/21).

Diakui Kapolresta, penindakan itu akan gencar dilakukan di seluruh wilayah Kota Bogor, khususnya di seputaran Istana Kepresidenan Bogor. Petugas akan melakukan patroli serta razia-di waktu-waktu tertentu.

Pihaknya akan melakukan penindakan bagi pengendara roda dua yang menganggu kenyamanan warga Kota Bogor dengan knalpot tidak standar dan lainnya itu pada level hilir.

Tidak hanya itu dia juga mengatakan, dari level hulu, dirinya juga akan mengerahkan personel untuk melakukan sidak dan razia, ke bengkel-bengkel modifikasi motor yang kerap memasang knalpot bising atau tidak standar.

Dalam sidak tersebut, lanjut Susatyo, petugas akan memberikan imbauan kepada pemilik bengkel maupun pengendara motor yang hendak memasang knalpot bising.

“Pada level hulu mulai hari ini kami akan datangi bengkel-bengkel motor yang biasa memasang knalpot tidak sesuai dengan standar. Kita berikan imbauan di situ tentu kita akan perhitungkan tindakan secara hukum bagi mereka yang masih membandel,” jelasnya.

Tak hanya itu, orang nomor satu di kepolisian kota hujan itu juga menegaskan, bahwa pihaknya akan melakukan sidak terhadap rumah-rumah yang kerap dijadikan sebagai tempat modifikasi motor tidak standar atau balap.

Menurutnya, hal itu dilakukan, untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan dan juga masyarakat termasuk mengurangi kecelakaan di Kota Bogor.

“Tidak hanya di bengkel, mungkin yang di rumah-rumah yang sengaja ngoprek motor sehingga membahayakan. Sudah cukup kecelakaan dan lain-lain, ini untuk menjaga warga Kota Bogor agar tidak menjadi korban di jalan raya,” tandasnya. (agus Togu/PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *