Petani di Tepi SM Nantu Bangun Demplot Terasering dengan Dukungan GEF SGP Indonesia

T6
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Boalemo, Pelitanusantara.com – Sejumlah petani membuat terasering pada sebuah badan bukit dengan kelerengan tinggi di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Mereka bahu-membahu menjadikan bukit itu sebagai percontohan yang bisa ditiru bagi petani lainnya.

Bukit yang dijadikan demplot itu memiliki lias 1,5 hektare, tidak jauh dari Suaka Margasatwa Nantu yang terkenal sebagai hutan hujan tropis terbaik di Asia.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

“Kami berupaya menerapkan pola pertanian berkelanjutan dengan membangun tersering di lahan pertanian kami secara bergotong royong,” ungkap Tursino yang biasa disapa dengan nama Kang Gepeng, Minggu (26/5/2025).

Kang Gepeng adalah Ketua Kelompok Tani Nantu Lestari. Ia mengkoordinir anggotanya untuk membuat tersering, didahului pada lahan yang dikelola oleh kelompok Nantu Lestari.

Pria penyandang disabilitas itu bersama petani lainnya tak kenal lelah mendaki bukit, membuat tersering dari sisi bukit gundul yang memiliki lereng curam.

Bagi petani di Gorontalo, terasering adalah hal yang baru. Selama ini mereka menanam jagung atau tanaman hortikultura lainnya di lahan dengan berbagai kondisi, dari yang datar hingga yang miring. Kedua kondisi lahan itu diperlakukan sama, akibatnya sering tanah lapisan atas di kemiringan tergerus air hujan, terseret air hingga ke bawah. Padahal lapisan atas tanah sangat subur.

“Sebagian besar lahan pertanian berada di kemiringan. Jika tidak dilakukan penanganan, maka lambat atau cepat lapisan tanahnya akan tergerus air hujan ke bawah,” kata Catur Mardi Raharjo, pendamping petani di Desa Saritani.

Untuk mengatasi praktik pertanian yang mengabaikan aspek kelestarian lingkungan seperti ini, ia bersama petani Marsudi Lestantun yang menjadi pendamping Kelompok Tani Nantu Lestari membuat demplot terasering.

Prakarsa baik para petani di tepi hutan Nantu itu mendapat dukungan program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia Fase 7. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat secara sosio-ekologi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian kawasan konservasi.

GEF SGP Indonesia Fase 7 bertujuan untuk memberikan fasilitas pendanaan kepada kelompok masyarakat dan lembaga swadaya yang sedang menghadapi tantangan ekologis dengan cara-cara dan teknologi yang inovatif, mandiri, dan terjangkau melalaui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Fokus bidang kerja yang didukung adalah konservasi keanekaragaman hayati berbasis masyarakat, mitigasi perubahan iklim, penggunaan energi ramah lingkungan, dan rehabilitasi lahan kritis pada ekosistem-ekosistem yang memiliki manfaat lingkungan global.

Selain itu, mereka juga membuat kebun bibit tanaman multy purpose tree species (MPTS), yaitu tanaman kekayuan yang bersifat multiguna yang memiliki manfaat ekologi dan ekonomi, serta menghasilkan komoditas kayu dan nonkayu.

Dari tanaman tersebut, petani dapat memanfaatkan komoditas nir-kayu yang ditanam tanpa melakukan penebangan pohon.