Pertempuran Tambak Beras

Download (12)

Pelitanusantara.com Kisah dramatis Pertempuran Sungai Tambak Beras dan kematian Ronggolawe mengisahkan tentang intrik dan pengkhianatan di dalam Kerajaan Majapahit. Dalam narasi yang diabadikan dalam Pararaton, Ronggolawe, seorang pahlawan pemberani, memberontak terhadap kekuasaan kerajaan setelah diprovokasi oleh pejabat licik bernama Mahapati.

Hal ini menandai awal dari konflik yang penuh dengan pengkhianatan dan perjuangan untuk keadilan.

Latar Belakang Pemberontakan

Pemberontakan Ronggolawe dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pengangkatan Nambi sebagai rakryan patih. Ranggalawe berpendapat bahwa jabatan patih seharusnya diserahkan kepada Lembu Sora, yang dianggapnya lebih layak dan berjasa. Ketidakpuasan ini semakin menguat ketika Ranggalawe menghadap Raden Wijaya di ibu kota, menyampaikan tuntutannya agar Sora diangkat sebagai patih menggantikan Nambi. Namun, meskipun Ronggolawe adalah keponakan Sora, raja menolak permintaannya, dan Sora tetap mendukung Nambi.

Merasa diabaikan, Ronggolawe melampiaskan emosinya dengan mengacaukan halaman istana.

Sora yang mencoba menasihati Ronggolawe untuk bersikap tenang dan meminta maaf, hanya membuat Ranggalawe semakin marah dan memutuskan untuk kembali ke Tuban.

Intrik Mahapati

Di tengah ketegangan ini, Mahapati mengambil kesempatan untuk menghasut Nambi, melaporkan bahwa Ronggolawe sedang merencanakan pemberontakan di Tuban. Dengan dukungan raja, Nambi memimpin pasukan Majapahit, didampingi oleh Lembu Sora dan Kebo Anabrang, untuk menghukum Ranggalawe yang dianggap membangkang.

Pertempuran di Sungai Tambak Beras

Ketika mendengar kabar tentang serangan yang akan datang, Ronggolawe segera mempersiapkan pasukannya dan menunggu di dekat Sungai Tambak Beras.

Pertempuran pun pecah di sana. Ronggolawe terlibat pertarungan sengit melawan Kebo Anabrang di dalam sungai. Meskipun Ronggolawe memiliki keberanian yang luar biasa, Kebo Anabrang yang memiliki keahlian berenang akhirnya berhasil membunuhnya dengan cara yang kejam.

Kematian Ronggolawe dan Akibatnya

Melihat keponakannya disiksa hingga mati, Lembu Sora tidak tahan menyaksikan tragedi tersebut.

Dalam kemarahan dan kesedihannya, ia membunuh Kebo Anabrang dari belakang sebagai tindakan balas dendam.

Tindakan ini mengarah pada konsekuensi tragis bagi Sora, yang pada akhirnya mengantarkan pada kematiannya di tahun 1300.

Kisah Ranggalawe dan pertempuran di Sungai Tambak Beras mencerminkan betapa dalamnya intrik politik dan hubungan kekeluargaan di dalam Kerajaan Majapahit, serta dampak dari ambisi dan pengkhianatan yang merenggut banyak nyawa. Sejarah ini menjadi pengingat akan harga yang harus dibayar dalam perjuangan untuk keadilan dan kekuasaan.

[÷]