Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) BERSIKAP BIJAKSANA DAN ADIL TERHADAP MASALAH PENGHINAAN AGAMA

  • Bagikan

PELITANUSANTARA. COM Akhir-akhir ini keberagaman identitas keagamaan semakin tidak dihargai oleh sebagian anggota masyarakat.

Persoalan menghina ajaran agama tertentu mulai terasa ramai. Hal miris ini telah menyebabkan narasi kebencian  turut memenuhi media sosial anak-anak bangsa. Entah siapa yang lebih dahulu memulai, hal ini telah  menimbulkan reaksi saling balas dan dapat mengganggu kerukunan hidup antarumat beragama.

Di sisi lain, kami melihat bahwa reaksi penghinaan terhadap identitas agama dimaksud, disulut karena  penghinaan oleh beberapa individu yang berpengaruh luas di masyarakat. Akibat dibiarkannya perbuatan yang  menyakiti hati dan melanggar kepatutan itu, beberapa individu lain yang merasa diperlakukan tidak adil akhirnya menggencarkan serangan balik di media sosial. Pihak kepolisian pun turun tangan setelah menerima  laporan dari kalangan tertentu saja, dengan melakukan penangkapan dan meneruskannya ke ranah hukum.

Terhadap situasi ini dibutuhkan sikap bijaksana dan adil dalam meresponsnya. Oleh sebab itu Majelis Pekerja  Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) menyampaikan bahwa:

  1. Semua pihak haruslah bersikap bijaksana dalam menyampaikan pandangan terhadap agama atau  keyakinan lain di ruang publik. Adalah lebih baik warga bangsa mengedepankan “titik temu” atas  perbedaan yang kita miliki daripada “titik tengkar” yang hanya membawa kemunduran dan  perpecahan.
  2. Pihak kepolisian dan/atau penegak hukum hendaknya bersikap adil, tidak memihak pada kelompok  tertentu saja dalam hal penistaan agama. Beberapa warga gereja telah ditangkap dan diadili karena  dianggap telah menista agama tertentu, namun demikian perlakuan yang sama tidak didapatkan oleh  mereka yang terlebih dahulu menghina kekristenan dan agama lainnya.
  3. Perilaku ketidakadilan hukum dalam kasus-kasus seperti ini telah memicu keresahan di kalangan umat  Kristen. Hal ini akan menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi upaya bersama kita mengarusutamakan moderasi beragama yang saat ini sedang digalakan. Sebaliknya, menumpuknya rasa  ketidakadilan dikhawatirkan akan memperpanjang perilaku saling membalas yang melemahkan ketahanan masyarakat kita.
  4. Sikap saling balas ini perlu segera diakhiri dengan sikap dewasa dalam hidup beragama, sikap tegas  dan adil oleh penegak hukum, serta upaya para tokoh agama dan masyarakat dalam menghargai  perbedaan ajaran, pandangan dan tradisi agama.

Demikian siaran pers ini kami buat untuk menjadi perhatian bersama. Terima kasih.

Jakarta, 26 Agustus 2021
Humas PGI

Philip Situmorang

  • Bagikan