Perkuat Sinergi Lindungan PMI, Deputi BP2MI Lakukan Audiensi Bersama Bupati Banjar

Kefaspelita
V173hQD7QZL556Xl4EGxFkVaEUH5AMtEdpGtbgRe
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Martapura  – PN NEWS Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik Lasro Simbolon beserta rombongan, lakukan audiensi ke pemerintah daerah Kabupaten Banjar, Kamis (22/12/2022) siang.

Kedatangan Deputi PP Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI diterima dengan hangat oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra H Masruri serta Kepala Disnakertrans Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Hasro Simbolon menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemkab Banjar dalam perlindungan pekerja migran di luar negeri.

“Juga 9 dan mensosialisasikan peluang peluang kerja khususnya tingkat pekerja migran yang terlatih dan profesional. Kita mengharapkan putera Puteri dari Kalsel yang berkompeten dapat memanfaatkan peluang untuk bekerja di negara negara besar seperti Korea Selatan, Jepang, Australia, Jerman dan lainnya,” ungkap dia .

Hasro juga menerangkan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus terus diperkuat dan diperlukan kerja sama yang solid dengan pemerintah daerah.

“Kalau penempatannya secara prosedural, statistik mencatat hampir semua pekerja bekerja dengan baik, dibayar sesuai kontrak dan kembali dalam keadaan sehat sebagai pejuang kesejahteraan keluarga. Lain halnya dengan sindikat ilegal yang mengakibatkan banyak pekerja menjadi korban eksploitasi, ini yang masih menjadi persoalan kita,” jelas dia.

Sementara itu Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan terima kasih atas pelaksanaannya pertemuan ini, dan berharap kedepannya kolaborasi dan kerja sama dengan BP2MI akan semakin ditingkatkan mengenai penempatan dan perlindungan PMI.

“Kami sangat mendukung atas upaya yang telah dilakukan BP2MI terhadap PMI di Kalsel khususnya Kabupaten Banjar. Semoga kerja sama yang terjalin dapat mengurangi angka aksi di daerah dan semakin meminimalkan adanya pekerja yang ilegal tanpa prosedur dari pemerintah dan BP2MI,” pungkas dia (Kefas Hervin Devananda )