Peringati Hari Relawan, PMI DIY Gelar Apel Pasukan

yupiterjogja
IMG 20221226

 

BANTUL- PN NEWS,Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta gelar Apel Peringatan Hari Relawan PMI diikuti 800 orang relawan PMI seluruh DIY bersama mitra PMI, bertempat di Lapangan Paseban, Kabupaten Bantul , Senin (26/12/ 2022).

Hari Relawan PMI diperingati setiap tanggal 26 Desember , dan untuk tahun 2022 bertema “Solidarity Through Volunteering” dihadiri Wakil Gubernur DIY, KGPAA PA X, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo., Ketua PMI DIY KGPH Prabukusumo, S.Psi., beserta seluruh Komponen PMI seluruh DIY, Forkopimda Kabupaten Bantul.

Bertindak sebagai Inspektur upacara Bupati Bantul , dilanjutkan serahterima hasil bulan dana PMI Kaupaten Bantul tahun 2022 sebesar Rp. 1.600.000.000.- , dari para mitra PMI., simulasi penanganan darurat kebakaran kolaborasi PMI dengan PSC 119 dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, display kendaraan operasional pelayanan PMI dan unjuk keterampilan dari Relawan PMI Kabupaten dan Kota se DIY.

Bupati Bantul ,H.Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mengatakan, PMI dan relawan berkontribusi penting disetiap kejadian, peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia dan juga di DIY.

Pemerintah mengapresiasi kontribusi PMI terhadap gerakan sosial kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini, apalagi dikehidupan modern saat ini manusia semakin individual.

Relawan PMI hadir dan mewakafkan dirinya untuk menolong dan berbuat baik, mengangkat harkat kemanusiaan tanpa memandang latarbelakang, namun lebih mengutamakan korban, yang membutuhkan pertolongan, existensi PMI sebagai garda terdepan dalam kegiatan kemanusiaan tidak terlepas dari peran relawan yang kompeten dilapangan, tutur Bupati Bantul.

Sementara itu, Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, pada momen tersebut menyampaikan, Relawan telah banyak sumbangsihnya membantu sesama dan menginspirasi kerja-kerja kemanusiaan di seluruh dunia.

Maka Peringatan Hari Relawan ini sangat penting untuk memberikan pengakuan dan apresiasi bagi Relawan PMI dengan segala kiprahnya.

Menurut Gusti Prabukusumo, kiprah relawan menggema pada saat tanggap darurat bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004 lalu, kiprah relawan pun didedikasikan untuk kerja kemanusiaan pada saat bencana gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006, disusul bencana di Pangandaran, Wasior, bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010, juga di daerah konflik seperti Ambon dan Poso.

Kerelawanan ini sebenarnya adalah budaya kita , dan sudah ada sejak dulu, mengajari setiap orang rela berkorban, baik waktu, tenaga, pikiran hingga harta benda, semua pengorbanan tersebut dilakukan demi membuat perubahan ke arah perbaikan lebih cepat, meringankan beban orang lain untuk kemanusiaan.

Relawan merupakan jantung dan garda terdepan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut Gusti Prabu menjelaskan, pengelolaan relawan dimulai dari penilaian kebutuhan, perencanaan, pengorganisasian, rekrutmen, seleksi, pelatihan, penugasan, peningkatan kapasitas, sampai dengan mekanisme kepemimpinan, supervisi, dan evaluasi sudah dilakukan PMI.

Pengelolaan relawan kita perkuat dengan motivasi yang baik dengan dukungan kelompok maupun organisasi. Motivasi menjadi hal mendasar mengapa seseoarang bergabung menjadi relawan.

Saat Pandemi Covid-19 Maret 2020, keselamatan relawan menjadi hal utama, karena mereka garda terdepan, saat relawan sudah memiliki motivasi kuat, didukung manajemen mobilisasi tentang keselamatan dan perlindungan, maka akan lebih banyak menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pada momentum Hari Relawan ini, saya berharap relawan tetap mengedepankan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan, Prinsip kemanusiaan dan kesamaan sebagai inspirasi untuk menjangkau lebih banyak orang lain yang membutuhkan dengan meringankan penderitaan secara proporsional, dengan tetap menjunjung harkat dan martabat serta bekerja profesional.

Prinsip kenetralan dan kemandirian dilakukan untuk menjamin kepercayaan masyarakat, bahwa bantuan kemanusiaan tidak untuk mendukung agenda politik suatu kelompok, bekerja secara otonomi dengan norma dan prinsip yang dipegang teguh.

Selanjunya prinsip kesukarelaan, kesatuan, kesemestaan adalah pondasi dibangunnya organisasi dalam menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang lain, tutur Gusti Prabukusumo.

Sementara itu, Haris Eko Yulianto, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DIY menjelaskan, peringatan Hari Relawan PMI tahun 2022, dilakukan untuk memberikan apresiasi atas kontribusi Relawan PMI selama ini.

Relawan PMI DIY saat ini sekitar 4.232 orang terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR), sedangkan jumlah Donor Darah Sukarela ada sekitar 36.481 orang, ujar Haris.

Selama tahun 2022, Relawan PMI telah melayani ambulans gawat darurat 1.017 layanan dan ambulans non-kegawatdaruratan sejumlah 309 layanan, pelayanan pemulasaran dan pemakaman jenazah 309 layanan, sementara penyemprotan eco enzyme 17.500 liter menyasar 84.800 jiwa penerima manfaat.

Haris menambahkan, pada tahun 2005, Presiden Republik Indonesia menjadikan tanggal 26 Desember menjadi Hari Relawan PMI bertepatan dengan setahun pasca tsunami Aceh terjadi, hal ini merupakan apresiasi Pemerintah RI kepada Relawan PMI yang telah mendarmabaktikan dirinya pada tugas-tugas kemanusiaan.

Pada tahun 2005 Relawan PMI mendapat penghargaan “Henry Dunant Medale”, penghargaan setara Nobel ini dipersembahkan kepada seluruh Relawan PMI atas kontribusinya yang besar dalam penanganan bencana Gempa Tsunami di Aceh-Nias.

Sejak tahun 1945 organisasi PMI lahir, memiliki tugas awal menolong korban perang Kemerdekaaan, serta membantu pertukaran tawanan perang sampai dengan saat ini masa Pandemi Covid-19, Relawan terus bergerak meringankan beban masyarakat.pungkas Haris. (Ome)