Perhatikan perkataanmu

…”Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”…Kolose 4:6

Pelitanusantara.com |Perkataan ‘jangan hambar’ artinya hidup yang tidak bermakna atau tidak memiliki pengaruh apapun baik bagi dirinya maupun bagi orang.lain, tidak ada arti setiap perkataannya ini, oleh karena itu ada yang harus di perhatikan yaiitu: dikatakan harus diperbaiki dengan Injil, yang adalah yang dikatakan Alkitan garam anugerah. Segala pikiran dan perasaan, perkataan serta perbuatan, semuanya harus diasinkan dengan anugerah. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu, sebab jikalau tidak, kamu tidak akan dapat menyebarkannya ke orang lain…Mrk. 9:50..” Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” bukan saja menjadi baik tetapi juga berbuat baik harus bisa membuat diri mereka diterima dalam pikiran orang-orang, bukan untuk melayani minat duniawi diri sendiri, tetapi agar orang-orang lain itu bisa diubahkan sesuai dengan rasa dan kebenaran Injil…artinya harus menjadi berkat luarbiasa bagi dunia.

Kita yang tinggal dalam kebodohan dan kejahatan, bagaikan sebuah tumpukan besar sampah yang menjijikkan dan siap membusuk. Namun, Kristus mengutus murid-murid-Nya, agar melalui kehidupan dan pengajaran mereka, mereka menggarami tumpukan itu dengan pengetahuan dan anugerah, supaya bisa diubahkan menjadi layak di hadapan Allah, para malaikat, dan semua yang menyukai hal-hal sorgawi. Kita tidak boleh ada dalam suatu tumpukan, melainkan harus menyebar seperti garam yang ditabur di atas daging, Kita harus menjadi seperti orang-orang Lewi yang tersebar di seluruh Israel, supaya di mana pun kita tinggal, dapat meneruskan keharuman Injil itu. Jadi jangan seperti garam yang telah menjadi tawar…Matius 5:13

Bila kita yang seharusnya mengasinkan orang lain, telah menjadi hambar, kosong dalam kehidupan rohani, tidak ada sukacita dan semangat; dan bila seorang percaya lebih-lebih seorang hamba Tuhan menjadi seperti ini, maka keadaannya ini sangat menyedihkan, sebab ia tidak dapat diperbaiki lagi: Dengan apakah ia diasinkan? Lukas 14:34-35… *hidup percaya kita akan memberikan keharuman bagi sesama*, tetapi bila kehidupan kita tetap datar dan bodoh, tidak penuh dengan anugerah serta tawar, maka tidak ada pengajaran atau sarana apa pun lagi yang dapat diterapkan untuk membuatnya harum kembali. Jika Kita tidak dapat melakukannya, tidak ada yang dapat, artinya tidak berguna lagi apa yang dapat diperbuatanya selain menimbulkan lebih banyak kesusahan dari pada kebaikan dan pasti ditolak dan binasa…dan bagi hamba Tuhan yang jahat adalah orang percaya yang paling buruk…Nah marilah lihat setiap diri kita…Tuhan Yesus memberkati (PN)

Pdt.Ricardo RJ Palijama Ketua Sinode Gereja Methodis Injili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *