Pentingnya Mengenal Bakat Anak Sejak Dini

Pelitanusantara.com | Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir.  Dapat disimpulkan bahwa bakat merupakan potensi yang ada didalam diri masing-masing anak sejak lahir yang biasanya merupakan kemampuan orang tua yang menurun pada anaknya, namun bisa saja bakat tersebut muncul secara alami dan bukan karena faktor keturunan.

Bakat/talenta merupakan suatu kemampuan khusus yang Tuhan anugerahkan kepada manusia. Bakat ada dua macam :

  1. Bawaan sejak lahir (anugerah khusus, tidak semua orang) kemampuan yang tidak perlu dilatih/dibiasakan dengan usaha kerja keras.
  2. Kebiasaan/sering dilatih (kebanyakan orang) kemampuan yang perlu dilatih/diasah dengan usaha kerja keras/ketekunan.

Bakat pada anak dapat terlihat sejak kecil. Meski demikian bakat pada anak akan lebih terlihat pada umur sepuluh tahun  dimana ia sudah bisa mengekplorasi banyak hal.

Mari kita lihat apa yang dikatakan Firman Allah tentang Bakat/Talenta dalam

Amsal 14:23 “dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.” Menjelaskan bahwa orangtua memiliki andil yang cukup penting dalam memberikan anak-anak arahan terkait talenta yang mereka miliki. Ketika melihat anak bekerja keras, pujilah mereka dan ajarkan bahwa setiap hal yang dilakukan dengan kerja keras pasti akan menghasilkan keuntungan.

Mengenal bakat anak adalah agenda penting yang harus dikerjakan oleh orangtua. Dengan mengenal bakat anak, orangtua bisa membantu anak mengembangkan karier dimasa depannya. Inilah beberapa cara untuk dapat mengetahui bakat anak sejak dini yang dapat dilakukan oleh orangtua dan guru :

  1. Memperhatikan Kebiasaan dan Kesukaan Anak

Cobalah untuk memperhatikan segala aktivitas yang anak-anak lakukan, bisa jadi salah satu diantaranya merupakan bakat atau potensi yang cukup kuat untuk dieksplore lebih lanjut. Mulai dari kebiasaan, kesukaan, hobi, hal yang sering dilakukan, minat, dan semuanya perlu diperhatikan dengan baik. Balita yang suka bermain puzzle misalnya dipercaya memiliki bakat sebagai peneliti dan arsitek. Mereka senang memecahkan masalah karena memiliki kelebihan dalam kemampuan visual dan spasial.

  1.     Biarkan Anak Mencoba Berbaga Hal

apakah anak-anak suka mencorat-coret dinding, memanjat pohon, atau bermain kotor-kotoran, biarkan jangan larang anak melakukan hal itu meski kotor atau menggangu. Biarkan ia mencoba berbagai hal dengan tangannya sendiri, supaya orang tua juga dapat melihat langsung potensi bakat anak saat beraktivitas, sambil memberikan dukungan, arahan dan tidak lupa mengawasi dengan baik.

  1. Tanamkan Growth Mindset Pada Anak

Balita yang ditanami Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh sejak dini akan     lebih mudah terlihat bakatnya dibandingkan yang tidak. Hal ini akan membuat mereka lebih terbuka dengan hal-hal baru, berani mencoba dan senang mempelajari sesuatu yang belum diketahui sebelumnya.

  1. Stimulasi Anak Untuk Melakukan Eksplorasi

Pancing ketertarikan anak untuk melakukan suatu aktivitas, dan jangan langsung memberi perintah. Apabila anak bertanya, jelaskan seperlunya.

Berikan rangsangan pada anak untuk bisa lebih bereksplorasi terhadap diri dan lingkungannya. Orangtua dapat memulainya dengan memberi kesempatan pada anak untuk mengenal berbagai macam bentuk kegiatan. Misalnya olah raga, dan jenis pekerjaan disekelilingnya. Itu bisa dilakukan dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan sesuai usia anak. Misalnya saja orangtua dapat mengajak anak ke lapangan untuk dapat melihat berbagai macam jenis olah raga. Atau bisa juga dengan menghadiri pertunjukan musik yang ramah anak, menyaksikan pentas-pentas kesenian atau dengan berjalan-jalan di taman bermain.

  1. Memberikan Waktu Yang Cukup Untuk bersosialisasi

Berikan kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya. Dengan metode ini pula anak bisa saling bercerita dengan teman-temannya mengenai kegemarannya, serta hal-hal apa saja yang menjadi kesukaannya. Dengan mengamati kebiasaan anak yang ditunjukkan saat bersosialisasi dengan teman-temannya, bisa menjadi cara alternatif untuk mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak.

Ingat, bakat bukanlah hal yang selalu berkaitan dengan akademik atau olah raga, namun juga bisa dalam hal kecakapan saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang.

  1. Mengikutkan Anak Kebeberapa Perlombaan

Langkah jitu lainnya yang bisa orangtua dan guru lakukan adalah dengan mengikutkan anak kebeberapa perlombaan, namun ingat semua hal tersebut haruslah sesuai dengan persetujuan anak-anak.

Ketika mengikutkan anak-anak pada perlombaan tersebut, jangan memberi target yang terlalu besar yang hanya akan membuat anak-anak menjadi tertekan dan membuat anak tidak tampil maksimal.

  1. Selalu Memberi Dukungan

Selama hal-hal yang dilakukan anak memiliki dampak yang positif, maka orangtua harus tetap mendukung kegiatan anak. Dengan dukungan orangtua, maka biasa membuat anak semakin mudah menemukan bakat yang terpendam di dalam dirinya. Dengan dukungan orangtua pulalah akan membuat anak merasa dihargai atas apa yang dilakukannya.

  1. Amati Kecerdasan Anak

Setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing, ada beberapa jenis kecerdasan diantaranya :

Kecerdasan Linguistik   (word smart)

Kecerdasan Logika Matematika   (number smart)

Kecerdasan Visual Spasial   (picture smart)

Kecerdasan Kinestetik   (body smart)

Kecerdasan Interpersonal   (people smart)

Kecerdasan Intrapersonal   (self smart)

Kecerdasan Naturalis    (nature smart)

Kecerdasan Ekstensial   (extensial intelligence)

Adapun kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence).

Teori ini dapat digunakan sebagai bahan acuan orangtua dalam menggali minat dan bakat anak. Bisa saja seorang anak tidak cakap dalam berhitung tetapi sangat lincah dalam gerak dan olah tubuhnya, sehingga ia sangat berbakat di kegiatan olah raga seperti senam atau kegiatan seni tari.

Demikian beberapa cara mengetahui bakat anak sejak dini bagi orangtua, guru, atau pihak terkait lainnya. Dengan mengetahui bakat anak sejak dini bisa membuat orangtua, guru memaksimalkan bakat anak sehingga dapat menjadi potensi agar anak bisa sukses dan berprestasi, bahkan menjadi jalan sukses bagi anak-anak kedepannya, tentu harus sesuai dengan kesanggupan masing-masing anak, seperti yang tertera didalam Matius 25:15  “Yang seorang diberikan lima talenta, yang seorang lagi dua, dan yang seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.”

Penting untuk mengajarkan sikap tidak mudah menyerah pada anak agar anak memiliki daya juang dan selalu menerima dengan tulus ikhlas hasil dari setiap pencapaian, juga bersyukur dengan bakat yang dimilikinya agar anak-anak tahu bahwa semua itu anugerah Tuhan.

Daftar Pustaka

  1. Alkitab
  2. Pop mama
  3. Artikel rohani Kristen
  4. Irwinday.web,id
  5. Dosen Psikologi.com
  6. Parenting Orami.co.id
  7. Temankita.com

   

             

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *