Penjabat (Pj) Sekda Siap Percepat Pembangunan Insfrastruktur Trenggalek

IMG 20220222 WA0117

Trenggalek – Dalam rangka menghadiri undangan dari komisi 1 DPRD Trenggalek bersama mitra kerjanya dalam agenda pembahasan percepatan pelaksanaan APBD tahun 2022, Andriyanto Pj Sekda Trenggalek selain perkenalan juga menyampaikan beberapa permintaan dari Komisi 1 kepada awak media di Aula Rapat DPRD, Selasa 22 Februari 2022.

Andriyan menyampaikan salah satu permitaan Komisi 1 saat pertemuan tadi adalah percepatan terhadap pembangunan insfrastruktur.

“Tentunya Kami memperhatikan dan kami akan segera memangil Kepala Bapeda dan Kepala Bakeuda untuk segera bisa mempercepat pengunaan anggaran demi percepatan pembangunan insfrastruktur itu”.

“Namun tentunya dalam pelaksanaan kegiatan nanti harus mengacu terhadap skala prioritas dari kemendesakan kebutuhan serta tingkat keparahanya seperti apa” ungkapnya.

Andriyanto menambahkan, bahkan barusaja ada salah satu rekomendasi dari BPK juga mempersoalkan jalan  yang merupakan aset kepemilikan Pemda Trenggakek sendiri. sebenarnya ini kan cuman persoalan administrasi saja,  jadi tergantung bagaimana semangat bersama dalam melindungi aset Trenggalek tersebut, kuncinya adanya peran aktip semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara bersama sama, tuturnya.

“Menggingat sejauh ini anggaran juga belum cair termasuk tunjangan untuk ASN juga belum turun, namun demi amanah dari Komisi 1 secepatkan akan kita prioritaskan untuk infrastruktur ini, InsyaAlloh sebelum bulan Juni bisa terselesaikan” ucapnya.

Menyikapi dari 100 miliyar dana pinjaman PEN untuk insprastruktur, Andriyanto berjanji itu akan, “ditata merata demi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan diatur secara transparan (fair)  on the track, dan harus sesuai dengan peraturan, jika harus lelang juga harus secara terbuka, sudah bukan jamanya lagi titip titipan,” menurut Andriyanto.

“Dan selama saya disini itu yang harus saya amankan, sebenarnya itu persoalan klise dan berat terhadap para pelaku pelaku semacam ini,” tuturnya.

Terkait Soal Pembangunan RSUD dr Soedomo, yang dibangun dari dana pinjaman PEN Andriyanto menuturkan, “karena ini merupakan

iconnya Bupati agar menjadi rumah sakit yang mampu melayani tentunya harus ditingkatkan kelasnya,” masa kita kelas C dengan pembangunan menghabiskan angaran 150 miliyar.

Andriyanto juga menyampaikan Beliau juga siap untuk membantu manaikan kelasnya untuk menjadi kelas B, agar pelayananya meningkat dan bisa berpengaruh terhadap kenaikan PAD kabupaten Trenggalek, namun tentunya juga harus didukung dengan SDM yang cukup, pungkasnya. (mj pelitanusantara.com).