Penguatan Posyandu untuk Turunkan Stunting di Kalsel

Screen Shot 2020 11 04 at 14 25
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Banjarmasin, Pelitanusantara.com – Dalam upaya menurunkan stunting di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel melaksanakan koordinasi penguatan posyandu.

“Kita harus meningkatkan pelayanan kesehatan terutama kesehatan dasar, dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Hanna dari Promkes Kemenkes, saat memberikam materi melalui daring, Rabu (4/11/2020).

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Ia menambahkan, perlunya pengembangan tenaga kesehatan untuk penguatan fungsi pelayanan kesehatan dasar. “Seperti promosi kesehatan dan perawat komunitas serta pemanfaatan inovasi teknologi,” tambah dia.

Hanna menjelaskan, ada beberapa indikator persentase Kabupaten/Kota dengan minimal 80 persen posyandu aktif. “Pertama, melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 10 kali dalam setahun. Kedua, memiliki 5 orang kader. Ketiga, cakupan layanan kegiatan KIA, gizi, imunisasi dan KB minimal 50 persen,” tutur dia.

Selain itu, posyandu juga harus memiliki alat pemantauan pertumbuhan dan mengembangkan kegiatan tambahan kesehatan minimal 1 kegiatan. “Dengan semua yang telah dilakukan, kita berharap posyandu dapat aktif dalam mengurangi stunting di Indonesia,” tutup dia. (PN)