Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Penularan Covid-19 Terpadu Jawa Barat

Palicardo
IMG 20200322 WA0050

Bekasi, Pelitanusantara.com |Pagi ini di Stadion Candrabaga, Minggu 22 Maret 2020, Pukul 9.30. Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. (Gubernur Jabar) bersama Bapak Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi Dalam pengarahannya menerangkan bahwa:

Pemerintah Pusat akan mengirimkan alat Test Covid-19 ke Bandung dan selanjutnya Bekasi, sebagai zona merah terpapar covid-19 yang pelaksanaannya paling lambat hari Rabu 25 Maret 2020. Sekurangnya 10000 orang akan mendapatkan pemeriksaan melalui alat yang akan segera dikirimkan itu.
Kegiatan pemeriksaan atau test akan dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama, tentunya yang akan menjadi prioritas untuk menerima test tersebut adalah: Semua ODP (Orang Dalam Pengawasan) ditambah dengan 50 orang terdekat yang berinteraksi dengan mereka masing-masing belakangan ini. Kemudian para petugas kesehatan (dokter dan suster), selanjutnya semua orang yg berinteraksi dengan masyarakat antara lain adalah Para Tokoh Agama, Alim ulama yang selama ini berinteraksi langsung dengan umat atau jemaatnya.
Selanjutnya Tahap Kedua pemeriksaan diberikan kepada semua orang yang saat ini mengalami keluhan-keluhan mendesak, yang memiliki gejala-gejala terpapar covid-19
Pemerintah Kota Bekasi yang berwewenang menentukan mereka yang akan menjalani Test di tahap Pertama maupun Tahap Kedua.
Jika nanti hasil testnya negatif maka diperbolehkan langsung pulang, tapi bagi mereka yang hasil testnya positif maka akan di test ulang dan jika hasilnya tetap positif maka akan langsung di karantina. Demikian ringkasan laporan pemgarahan Bapak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat.
Perlu saya ulangi dengan tegas: Kota Bekasi telah masuk dalam *ZONA MERAH*, jadi ini *HARUS menjadi perhatian* bagi warga masyarakat kota Bekasi karena itu jagalah kebersihan, perbanyak cuci tangan, dan jauhi kerumunan orang, tingkatkan vitalitas tubuh (makan yg bergizi, vitamin C & E, cukup istirahat tidur dan olah raga), hindari bersentuhan langsung dengan orang lain.
Apa yang sampaikan ini bukan untuk menakut-nakuti tapi ini kenyataan antisipasi yang harus kita jalani dengan disiplin.
Pdt. Aris Budianto, mengatakan bahwa ini bukan bicara beriman atau tidak beriman. Tapi kita harus berhikmat, *Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati* bicara soal *Iman yang disertai dengan perbuatan; Iman tanpa perbuatan hikmat adalah mati!!!* Sebab hikmat sejati lahir dari takut akan Tuhan.
Pendeta Djajang Buntoro, M.Th. juga meminta kepada SELURUH umat Kristen bijaksana dengan cara hindari kerumunan. Sejalan dengan himbauan pemerintah dan semua stakeholder yang akan melakukan tindakan pembubaran kegiatan tersebut sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi.
Tetap semangat dan jalani hidup dengan bijaksana. Hindari kontak fisik dan kerumunan. Tetap tinggal di rumah dan jaga kebersihan. Konsumsi makanan yang cukup, tidur yang cukup dan olah raga secukupnya. Kiranya kita semua terhindari dari segala kemungkinan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Salam sehat selalu. (Pst.harts)