Pemkab Temanggung Fokus Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi

Temanggung, Pelitanusantara.com  – Bupati Temanggung, Jawa Tengah, HM Al Khadziq mengatakan, dampak pandemi Covid-19 telah memporakporandakan semua sendi kehidupan, termasuk ekonomi sosial di masyarakat. Oleh karena itu, pada Tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung akan memfokuskan pemulihan ekonomi akibat pandemi.

Menurut Bupati, meski saat ini Perda Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sedang berproses di DPRD, namun pada Tahun 2021 ini arah pembangunan di Kabupaten Temanggung sesungguhnya tidak ada perubahan berarti.

Jika ada perubahan atau revisi hanya pada target-target capaian, karena terdampak oleh pandemi COVID-19.

Dikatakan, dalam RPJMD 2018-2023 prioritasnya terutama untuk tahun ketiga ini adalah arah pembangunan mengatasi pandemi COVID-19, berfokus pada kebijakan ekonomi daerah. Titik beratnya pada pemulihan ekonomi, dampak sosial COVID-19, penanggulangan kemiskinan, kualitas sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan tata kelola pemerintahan, serta kualitas pelayanan publik.

“Jadi tambahannya hanya satu yaitu penguatan pemulihan ekonomi dan dampak sosial penanggulangan kemiskinan serta kualitas sumber daya manusia. Itu kira-kira yang paling penting dari perubahan RPJMD yang sedang dibahas di DPRD,” ujarnya dalam pada Rapat Koordinasi Pengendalian Kegiatan Tahun 2021,di Graha Bhumi Phala, Kamis (5/2/2021).

Disampaikannya di tahun 2021 ini APBD Kabupaten Temanggung relatif lebih baik dibandingkan dengan Tahun 2020, sebab sebelumnya terjadi relokasi anggaran, sehingga tidak ada kepastian dalam pelaksanaan program, kegiatan yang sudah ditetapkan dan dianggarkan.

Sebagian anggaran yang bersumber dari APBD harus dipangkas dialihkan untuk kepentingan penanganan Covid-19, sehingga banyak realisasinya tidak bisa tercapai 100 persen.

“Tahun 2021 APBD kita masih terjadi pengurangan dibandingkan dengan tahun-tahun biasanya, karena terjadi penyusutan dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi pada Tahun 2021, APBD kita mendapat penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari yang biasanya sekitar Rp 90 miliar sekarang jadi Rp 160 miliar,” kata Bupati.

Dirinya juga meminta kepada seluruh OPD agar pada Tahun 2021 fokus pada pemulihan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mempercepat semua pelaksanaan program kegiatan di Tahun 2021. Bupati juga memberi instruksi agar semua proses pelelangan bisa segera dilakukan.

“Tahun 2021 kita harus betul-betul fokus dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi.Untuk itu, saya minta semua proses pelelangan dilaksanakan sehingga Bulan Februari akhir atau awal Maret semua program dan kegiatan itu sudah mulai bisa dilaksanakan,”tambahnya.

Ini agar semakin cepat realisasi pemerintah melaksanakan program dan kegiatan, karena akan semakin cepat pula uang Rp 1,7 trilun APBD itu bisa segera terealisir pada masyarakat, kemudian bisa menggerakkan ekonomi di tengah masyarakat,” urainya (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *