Pembelajaran Tatap Muka Positif Untuk Pertumbuhan Ekonomi Warga.

IMG 20220830 WA0083

YOGYAKARTA – Pembelajaran tatap (PTM) muka berdampak positif bagi perekonomian daerah, karena kehadiran para mahasiswa dari dalam dan luar kota bisa menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

Pembelajaran tatap muka bagi daerah tertentu seperti di Yogyakarta akan berdampak positif. Untuk pemulihan ekonomi lokal, kata Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, di Pendopo Agung nDalam Mengkubumen, Yogyakarta, Selasa (29/9/2022).

Berbicara dalam forum seminar dengan tema “Kampus dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Politik pada Era Normal Baru”, Prof Edy Suandi Hamid mengatakan bahwa interaksi secara tatap muka antarpelajar dan mahasiswa tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, namun di berbagai tempat lain, mereka akan berinteraksi untuk belanjakan uang mereka.

Transaksi yang mereka lakukan, akan mendorong perekonomian melalui belanja barang-barang konsumsi seperti makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. ujarnya.

Ketika konsumsi di masyarakat meningkat, akan mendorong pemulihan ekonomi, sesuai indikator langkah strategis percepatan pemulihan ekonomi melalui tiga jalur yaitu peningkatan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha serta menjaga stabilitasi ekonomi dan ekspansi moneter. Kata Prof.Edy

Kegiatan berbagai kampus di Yogyakarta mulai berlangsung secara normal, hal ini menunjukkan dampak positif untuk perekonomian lokal.

Mengutip data BPS, menurut ahli ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi Yogyakarta (quarter to quarter) berangsur pulih hingga triwulan II 2022.

Data dari BPS menyatakan adanya fluktuasi selama triwulan I 2020 hingga triwulan II 2022. Angka tertinggi pada data ini adalah pada Triwulan II 2021 sebesar 11 persen, namun turun kembali hingga angka 2 persen pada Triwulan III 2021.

Data terakhir menunjukkan Triwulan II 2022 berada di angka 5,2 persen. Pertumbuhan ekonomi itu berdampak pada pengurangan angka kemiskinan. Pada semester I Maret 2020 hingga Semester I Maret 2021 menunjukkan kenaikan angka jumlah penduduk miskin dari angka 475 ribu jiwa menuju angka 506 ribu jiwa di daerah perkotaan plus pedesaaan.

Namun terjadi penurunan dari Semester I 2021 hingga Semester I 2022 dari angka 506 ribu jiwa menuju angka 454 ribu jiwa, angka ini menunjukkan DIY bertahap menuju pada pemulihan kondisi perekonomiannya.

Dengan membaca situasi tersebut Universitas Widya Mataram Yogyakarta ikut mendorong ke arah situasi Yogyakarta yang makin kondusif secara ekonomi, dengan peran menyelenggarakan PTM secara luring.

Proporsi kuliah luring bisa saja 75 persen, selebihnya online maupun hibrida antara online dan luring.

Kami ingin stakeholder UWM, baik dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa melaksanakan kegiatan kampus dalam koridor protokol kesehatan di lingkungan kampus, ungkap Ketua Palang Merah Indonesia Kota Yogyakarta sekaligus mantan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, MA, di depan Dekan Fakultas Hukum UWM Dr Kelik Indro Suryono, SH, M.Hum.

Heroe memahami, situasi normal baru tidak identik dengan situasi normal sebelum pandem Covid-19. Kita tidak overconfidence karena kita mengutamakan keselamatan nyawa seluruh warga kampus, kata Heroe.

Dalam kaitan pascapandemi, Yogyakarta perlu waspada perihal catatan vaksin para pelajar dan mahasiswa dari luar kota, apakah mereka sudah vaksin atau belum..?

Kita perlu inventarisasi tentang data vaksin para pelajar maupun mahasiswa dari berbagai daerah sebagai antisipasi untuk kelangsungan kesehatan masyarakat, ujar Heroe.

Menurut Heroe, Yogyakarta masih memberlakukan peduli lindungi di tempat-tempat umum. Masih ada kewaspadaan, tandasnya. (Ome)