PELATIHAN MENULIS BERITA BAGI VIKAR SINODE BKPN

Kefaspelita
Img 20230531 Wa0040
Spread the love

Nias – pelitanusantara.com Menulis merupakan kebutuhan penting bagi seorang pelayan lebih khusus bagi seorang pendeta. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Foluaha Bidaya yang adalah Ketua Sinode BKPN Nias Selatan. Itulah sebabnya selama dua hari materi ini menjadi fokus pelatihan bagi peserta Pendidikan Pembekalan Vikar Sinode BKPN. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (26/5) dan Selasa (30/5) dari jam 09.00-14.00 wib. Ada 2 topik bahasan yang disampaikan yaitu: KOMUNIKASI PUBLIK di hari pertama dan KOMUNIKASI JURNALISTIK di hari kedua.

Pembekalan dalam pelatihan ini disampaikan oleh Pdt. Drs. Mawardin Zega, MTh aktivis media dan mantan Sekjen MUKI asal Jakarta yang kini tugas di Nias Selatan. Sementara peserta pembekalan adalah Vikar atau Calon Pendeta di Sinode BKPN.

Menurut Mawardin Zega yang biasa dipanggil Ega Mawardin, kesediaannya memberikan pelatihan ini, di dorong karena kebutuhan saat ini dan ke depan bahwa Pendeta sekarang harus mampu membuat rilis dan atau berita atas kegiatan-kegiatan di lingkup gerejanya. “Jangan sampai seorang pemimpin jemaat tidak bisa membuat berita tentang kegiatan di gerejanya” demikian disampaikan Ega Mawardin.

Lebih lanjut disampaikan “Gereja ke depan sudah masuk pada era digitalisasi teemasukpengelolaan khotbahdan warta jemaat. Dengan demikian maka wajib bagi para Pendeta memiliki ilmu KOMUNIKASI termasuk Komunikasi Jurnalistik.” Demikian Ega Mawardin yang juga adalah Pembina Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Wilayah Banten.

“Pendeta yang tak mau menambah ilmunya dan mengembangkan potesinnya akan ditinggal oleh jemaatnya. Pendeta bukan bos atau tuan tapi pelayan yang memberikan solusi dalam berbagai persoalan jemaat termasuk dalam bidang publikasi.” demikian mantan Wasekjen Parkindo ini menjelaskan.

Sementara itu peserta Pembekalan Vikar Jorsius Wau, STh mengatakan “kita senang pada materi ini dan tentu sangat membantu dalam pelayanan kita ke depan, sederhana, tetapi sering diabaikan dan penyampaiannya juga praktis, hari ini kami sudah bisa menulis berita sendiri.”

Perserta lainnya Eshsa Sarumaha, STh Alumni salah satu STT di wilayah Cianjur Jabar ini mengatakan: “pelayan (pendeta) ke depan tentu akan selalu bersentuhan dengan teknologi sosial media, melalui pelatihan ini kami dipersiapkan lebih dini untuk bisa nantinya mempraktekannya dalam. Kehidupan berjemaat.”

Eshsa Sarumaha Vikar asal Hilifarokha Lawa Fanayama ini menambahkan bahwa berkomunikasi perlu memperhatikan kaidah etika dan juga memanfaatkan media dalam menyampaikan khotbah supaya dapat sampai pada khalayak umum dan menulis itu penting bagi seseorang sebagi bukti adanya karya.”

Pelatihan-pelatihan seperti ini sudah seharusnya lebih ditingkatkan lagi membekali berbagai lapisan pelayanan baik dilingkup BKPN maupun lebih luas lagi di masyarakat umum. (EM)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!