Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th.: Tinggalkan Perkataan dan Sifat Kanak-Kanak, Jadilah Dewasa Spiritual

Tangerang, (7/03/2021) – Pelitanusantara.com  Keniscayaan dalam hidup ini ada proses pertumbuhan, baik secara fisik dan spiritual. Secara fisik kita mengalami pertumbuhan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Demikian juga dalam kehidupan iman orang Kristen, dituntut untuk bertumbuh mencapai kedewasaan spiritual. Dengan demikian, kehidupan rohaninya tidak tetap seperti masa kanak-kanak. Pentingnya kedewasan spiritual ini disampaikan oleh Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th., saat ibadah Minggu di GKAI Gading Serpong (7/03/21).

Acuan dasar Firman Tuhan yang disampaikan mengacu pada 1 Korintus 13:11 “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu”. Melalui ayat ini, GKAI Gading Serpong, mengusung tema sepanjang bulan Maret 2021 adalah “Kedewasaan Spiritual”.
“Ukuran pertumbuhan rohani itu diukur sejauh mana kita mengenal Tuhan secara pribadi, dan mengalami Tuhan secara pribadi, dan mengalami pertumbuhan secara pribadi”, papar Kepala Pembimas Kristen di Provinsi Banten ini untuk menjelaskan ukuran pertumbuhan rohani secara pribadi.

Dijelaskan bahwa pesan Paulus bagi jemaat Korintus melalui ayat yang sudah disebutkan di atas, yaitu “jemaat Korintus diingatkan agar tidak hanya bertumbuh secara biasa-biasa saja, melainkan bertumbuh secara luar biasa dalam Tuhan”. Jemaat diingatkan untuk mengalami pertumbuhan iman melalui pelayanan yang dilaksanakan dalam gereja.
Pdt. Dr. Junit Sihombing, memaparkan bagaimana pengalaman hidupnya yang selalu mengandalkan Tuhan. Baginya, modal utama adalah keyakinan bahwa Tuhan pasti selalu pelihara hidupnya. Ini terbukti saat dia masuk kuliah strata satu (S1) hingga strata tiga (S3), Tuhan selalu pelihara dan menyediakan keperluan bagi kehidupan dan studinya. Baik dari segi dana dan kebutuhan kehidupan lainnya, Tuhan selalu pelihara. Saat memasuki awal pelayanan di Tigaraksa setelah lulus S1, lanjutnya, Tuhan membuka jalan baginya hingga diterima masuk PNS di Kementerian Agama Provinsi Banten.

Tuhan terus memimpin hidupnya hingga karirnya naik. Puncaknya tahun 2019, Tuhan mempercayakannya untuk menjabat sebagai Kepala Pembimas Kristen di Provinsi Banten. Itu semua bukan karena mengandalkan siapa-siapa, tetapi karena mengandalkan Tuhan. Kuncinya percaya dan terus mengandalkan Tuhan. “Pribadi yang dewasa secara spiritual, hidupnya pasti akan selalu diatur oleh Tuhan”, tegasnya untuk menyemangati jemaat.

Dalam penutupnya, Pdt. Dr. Junit Sihombing, menekankan kembali dua hal penting bagi jemaat agar bisa memiliki kedewasaan spiritual, yaitu (1) meninggalkan perkataan seperti kanak-kanak, sebab kanak-kanak akan selalu mencari teman sebayanya untuk membicarakan hanya kesenangan mereka saja. (2) meninggalkan sifat kanak-kanak, sebab sifat kanak-kanak adalah selalu ingin mendapat perhatian lebih dari orang lain. “Tuhan mau kita menjadi pribadi yang dewasa secara spiritual, jangan takut dan khawatir, tetap andalkan Tuhan, yakinlah bahwa ada rencana Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan kita saat ini”, tutupnya. (APM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *