Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th.: Eben-Haezer: Sampai di sini Tuhan menolong

Banten, Pelitanusantara.com (14/02/2021) – Pada tanggal 13 Februari 2021 lalu menjadi hari yang bersejarah bagi Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, yaitu Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th. Sebabnya, ia telah wisuda atas capaian studi Doktoralnya di STT IKAT, Rempoa, Jakarta Selatan dengan IPK 3,71. Ini menjadi puncak peresmian secara seremonial atas raihannya dengan gelar Doktor di bidang Teologi.

Korwil Pelitanusantaranews Group Propinsi Banten  berkesempatan untuk melakukan wawancara tertulis dengan Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th. Tentunya capaian ini adalah suatu perjuangan yang tidak mudah di tengan kesibukan yang ada, yaitu sebagai pelayanan Tuhan, pelayan masyarakat dan tentunya harus menyediakan waktu bagi keluarga tercinta.

Semangat juang Pdt. Dr. Junit Sihombing ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh perkuliah, supaya tidak mudah menyerah dengan alasan kondisi yang sulit. Selagi ada kesempatan dan kemauan yang kuat serta berjalam bersama dengan Tuhan, pasti ada jalan untuk meraih cita-cita yang dikehendaki.

Berikut ini adalah cuplikan wawancara kami dengan Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th.:

PN: Pelitanusantara, JS: Junit Sihombing

PN: Bagaimana perjuangan Bapak dalam menempuh S3 ini, disamping kesibukan Bapak sebagai Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten? Tentunya bukan hal yang mudah, sebab di saat yang bersamaan, Bapak kuliah, bekerja, pelayanan dan harus membagi waktu bagi keluarga tercinta.

Js: Perjuangan saya sangat berat sekali ya, sebab dalam waktu yang sama, saya juga harus melakukan tugas-tugas sebagai Pembimas Kristen di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Saya dituntut untuk melayani serta memberi bimbingan kepada masyarakat, khususnya gereja-gereja yang ada di wilayah Banten.

Bermodalkan keyakinan yang kuat, saya terus memotivasi diri sendiri. Berjalan dengan yakin, bahwa saya pasti bisa menyelesaikan studi S3 ini dengan tepat waktu, yaitu 2 tahun. Suka dan duka saya lewati bersama Tuhan untuk melalui proses studi ini. Saya yakin bahwa pada satu titik Tuhan akan memberikan keberhasilan bagi saya untuk bisa berkata “Eben-Haezer: Sampai di sini Tuhan menolong”.

Artinya perjalanan yang saya alami selama 2 tahun ini untuk menempuh studi, banyak sekali cara-cara Tuhan untuk campur tangan. Diantaranya, Tuhan mempermudah kesulitan-kesulitan yang sedang saya hadapi, yaitu saya dipertemukan dengan orang-orang baik sebagai narasumber untuk menulis desertasi saya. Saya juga dipertemukan dengan orang-orang yang baik hati untuk mendukung secara finansial, agar studi S3 ini lancar dan bisa selesai tepat waktu.

Di sini yang saya katakana Eben-Haezer itu, cara Tuhan yang tepat untuk membantu saya menyelesaikan studi doktoral ini, sehingga bisa selesai tepat waktu, yaitu 2 tahun dengan prestasi yang luar biasa, yaitu IPK 3,71. Meskipun studi S3 ini berat dan banyak kesulitan yang saya alami, tapi saya mampu menyelesaikannya dengan baik oleh karena pertolongan Tuhan. Tepat pada hari Sabtu, 13 Februari 2021 lalu, saya di wisuda dan resmi menyandang gelar Doktor di bidang Teologi. Harapan saya ke depanya, dengan gelar ini dapat menjadi berkat untuk menjalankan tugas-tugas saya sebagai Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.

PN: Wah, luar biasa Pak, sangat menarik dan menginspirasi proses perjalan studi Bapak Ini. Begitu nyata pertolongan Tuhan bagi Bapak. Nah, sebagai inspirasi bagi generasi muda, bagaimana bapak bisa mempertahankan semangat dan komitmen yang kuat untuk mencapai level tertinggi pada jenjang pendidikan ini?

JS: Sebagai inspirasi, bagi saya untuk belajar itu tidak ada kata berhenti, sebab dengan belajar, kita bisa meningkatkan kemampuan kita, meningkatkan kedisiplinan kita, serta kita bisa mengedukasi banyak orang. Sebagai anak-anak muda, mari tingkatkan kapasitas dirimu dengan meraih pendidikan yang paling tinggi, karena melalui itu engkau akan mampu mengedukasi banyak orang.

Jangan takut gagal, sebab kegagalan adalah cara Tuhan untuk meneguhkan kita, agar memperoleh keberhasilan dan tetap tekun. Saya berasal dari keluarga sederhana, tetapi Tuhan mampu mengangkat saya lebih tinggi. Apa rahasianya? Hanya ketekunan dan kegigihan yang selalu saya lakukan, sehingga saya memperoleh keberhasilan.

PN: Luar biasa Pak, sangat menyentuh. Apa kira-kira pesan khusus dari Bapak bagi mahasiswa yang sedang kuliah saat ini, supaya mereka juga pantang menyerah.

JS: Pesan khusus bagi mahasiswa/i yang sedang kuliah atau mau kuliah, saya berpesan “Berjalanlah bersama Tuhan”, yakini panggilanmu dan tetaplah berdoa, sehingga segala ketakutan, segala kekhawatiran dan baying-bayang kegagalan tidak akan pernah menghantuimu. Keberhasilan itu Tuhan berikan bagi orang-orang yang mengandalkan-Nya. Saya bisa berkata demikian, karena saya sudah mengalaminya terlebih dahulu. Praise The Lord!.

Wawancaran ini disadur pada tanggal 15 Februari 2021 oleh Ashiong P. Munthe Kordinator Pelitanusantara.com Wilayah Propinsi Banten. Selamat buat bapak Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th., Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten sekaligus Pembina Pewarna Banten, atas raihan gelar Doktor di bidang Teologi ini. Kiranya Tuhan Yesus terus menolong, menopang dalam melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab yang sudah Tuhan percayakan. (APM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *