Pdt Donny Susanto : ” Anggota Pewarna Harus Menjadi Jembatan untuk Gereja – Gereja di Indonesia tanpa harus meninggalkan Sikap Kritis dalam menyuarakan Kebenaran”

Kefaspelita
Donny Susanto 1 1 696x482

Tangerang Selatan,(12/09/2020) – Pelitanusantara.com | Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia yang pada hari jumat (11/09/2020) lalu melaksanakan Konferda DKI, secara Marathon pada hari ini (12/09/2020) Kembali Pewarna Indonesia Melaksanakan   Konferensi Daerah ke-I (KONFERDA I) Pewarna Indonesia untuk Wilayah Propinsi Banten.

Acara yang dihadiri sekitar 50-an pengurus dan anggota PEWARNA Banten Serta Pengurus DPP PEWARNA Indonesia, adapun Penyelenggaraan Konferda itu terlaksana di chapel GPKDI Ruko Rodeo Drive, Bl. C No.23-26, Gading, Kec. Serpong, Tangerang Sabtu Siang (12/09/2020).

Acara Pembukaan KONFERDA  I Banten diawali dengan ibadah yang diselenggarakan dengan singkat dan Renungan Firman Tuhan tersebut disampaikan oleh Pdt.donny Susanto.

Dalam renungan singkatnya Pdt.Donny Susanto menyorot tentang tema KONFERDA yang berbunyi, “Berkarya Dalam Warna Pergumulan Bangsa, secara khusus juga menyorot subtema KONFERDA yang berbunyi, “Berubahlah dengan Merubah Pikiranmu.

Menurutnya, pesan tema dan subtema yang diangkat PEWARNA selaras dengan misi memberitakan kabar keselamatan kepada umat manusia, seperti yang dimuat di dalam kisah Yesaya, di Perjanjian Lama. saat bangsa Israel hidup dalam zaman pembuangan dan berada jauh dari apa yang dinamakan harapan.

“Ketika mereka menerima kabar keselamatan, masa depan yang suram berubah menjadi cerah, yang layu menjadi segar. Mengapa berubah? Karena ada kabar baik dari Tuhan yang menyemangati mereka,” ujar Pdt.donny Susanto.

Masih menurut dony, keadaan Israel ketika itu ternyata mirip dengan keadaan Indonesia saat ini. Di mana bangsa Indonesia membutuhkan kabar baik, di tengah keadaan yang serba tertekan seperti sekarang ini.

Covid-19 ini membuat kita tertekan, ada keadaan yang disebut depressed society. Namun hari ini kabar baik yang sama telah diberitakan kepada masyarakat Indonesia. Kita hidup dalam tekanan, tetapi kita harus bersukacita bahwa Tuhan kita duduk di Tahta-Nya dan membuktikan bahwa harapan itu ada,” imbuhnya.

Secara khusus Pdt.donny Susanto berpesan kepada setiap anggota dan pengurus PEWARNA bahwa sebagai seorang jurnalis memang berkewajiban untuk memberitakan kabar baik kepada orang banyak, namun dirinya juga mengingatkan agar PEWARNA tetap mengedepankan cara berpikir yang kritis dan sikap profesional.

Kabar baik itu harus muncul dari pewarna untuk mewarnai komunitas Kristen maupun masyarakat umum di Indonesia, tanpa harus kehilangan sikap kritis kita,” harapan Pdt.Donny Susanto.

Selain menyinggung soal besarnya tantangan media Kristen di tengah arus informasi dunia yang didominasi oleh kehadiran Media Sosial, gembala Gereja Bethel Indonesia ini juga menyinggung tentang peranan jurnalis nasrani dalam menjembatani gereja-gereja yang ada di Indonesia. Di antara banyaknya aliran gereja yang ada, PEWARNA harus bisa menjadi jembatan bagi setiap perbedaan pemikiran yang ada.

Ibarat lautan yang menjadi jembatan bagi pulau-pulau di Indonesia, demikian pula kehadiran PEWARNA harus menjadi jembatan bagi gereja-gereja yang ada di Indonesia. Di penutup saya ingin ucapkan, selamat menjalankan KONFERDA,” tutupnya (PN)