Jakarta, [03 Juli 2025] – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini merilis laporan yang menggemparkan dunia, mengungkap keterlibatan 48 perusahaan global dalam mendukung genosida di Gaza. Laporan ini memicu reaksi keras dari Free Palestine Network (FPN), yang menyerukan aksi boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Menurut laporan PBB, perusahaan-perusahaan tersebut terlibat dalam berbagai aspek genosida, termasuk penyediaan alat berat penghancuran properti, pengawasan masal, dan penyandang dana lewat obligasi negara dan infrastruktur. Beberapa nama besar yang terlibat termasuk Booking.Com, Hyundai, Microsoft, Lockheed Martin, Caterpillar, dan BNP Paribas.
Furqan AMC, Sekretaris Jenderal FPN, menyatakan bahwa laporan PBB ini membongkar watak kolonial penjajahan Israel yang tidak hanya dilakukan lewat kekerasan militer, tetapi juga lewat dukungan ekonomi berskala global.
“Kejahatan genosida ini sangat massif, sistemik dan terorganisir, karena itu kita juga harus lawan dengan terorganisir, terstruktur dan berlipat ganda,” tegas Furqan.
Furqan juga menekankan pentingnya peran akademisi dan pengamat politik dalam mengawasi dinamika ekonomi yang menopang genosida dan menyuarakan kritik secara terbuka.
“FPN menyeru kepada para akademisi dan pengamat politik untuk mengawasi dinamika ‘ekonomi genosida’ dan peran perusahaan besar, serta menyuarakan secara terbuka isu ini kepada publik,” beber Furqan.
Sebagai langkah konkret, FPN mendesak pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan tersebut dengan kebijakan yang jelas dan tegas.
“FPN meminta pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan ini dalam bentuk kebijakan konkrit agar dapat menghentikan segera genosida di Gaza,” pungkas Furqan.
Laporan PBB ini menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan kolonial modern kerap disokong oleh infrastruktur ekonomi yang kompleks—dan bahwa publik, negara, serta sektor pendidikan punya tanggung jawab bersama untuk mengakhirinya.
*Aksi Boikot sebagai Langkah Konkret*
FPN menyerukan aksi boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam genosida di Gaza. Furqan menyatakan bahwa konsumen dan investor memiliki peran penting dalam menghentikan genosida dengan tidak mendukung perusahaan-perusahaan yang terlibat.
“Oleh karena itu FPN merekomendasikan agar investor dan konsumen segera mengevaluasi apakah mereka masih memberikan dukungan pada genosida secara langsung atau tidak, dan bila ya, segera menghentikannya,” tegas Furqan.
Dengan aksi boikot ini, FPN berharap dapat memberikan tekanan pada perusahaan-perusahaan yang terlibat dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan genosida di Gaza.[÷]
