Panen Raya Timun Baby, KWT Srikandi Mandiri Gejayan.

yupiterjogja
IMG 20230120 WA0157

SLEMAN-PN NEWS, Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mandiri Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Panen buah Timun Baby bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Panewu Depok dan Lurah Condongcatur, Jumat (20/1/2023).

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, M.M didampingi Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Liem Astuti, S.P, M.Si, menyampaikan bahwa Dinas yang dipimpinnya mendapat tugas dari Bupati Sleman, untuk mengembangkan budidaya sayuran dan buah buahan di Kabupaten Sleman, karena kebutuhan di Kabupaten Sleman dan DIY masih tinggi.

Mensikapi hal tersebut, salah satunya dengan cara mengerakkan KWT – KWT untuk bertanam, tidak sekedar di halaman tetapi ditarik di tanah- tanah yang lebih luas, seperti di tanah pelungguh atau tanah pak Dukuh dsb, agar hasil produksinya lebih meningkat dan dapat menyesuaikan pasar.

Kalurahan Condongcatur sangat luar biasa, terdapat 18 Padukuhan yang semuanya telah ada KWTnya secara aktif, salah satunya adalah KWT Srikandi Mandiri Gejayan ini yang bertanam Timun Baby.

Dan Kebetulan, kebutuhan di wilayah Sleman sangat banyak, salah satu titik kumpul penjualan sayuran dan buah buahan di Sleman rata rata saat ini kebutuhan timun 5 ton/per hari, itupun masih kurang , makanya tahun ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, akan menggerakkan KWT- KWT , untuk menanam timun baby dan sayuran lainya dengan pendapingan yang intensif agar kebutuhan akan sayuran dan buah buahan dikabupaten Sleman lambat Laun dapat terpenuhi secara mandiri.

Cara utama yang akan dilakukan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman adalah dengan meningkatkan produktifitas (produksi) masyarakat dan nilai uang, karena secara makro menurut survei resmi yang baru dirilis, angka kemiskinan di DIY tertinggi di pulau Jawa, sehingga salah satu upaya untuk mengatasinya dengan menggerakkan masyarakat untuk bergerak di sektor pertanian , karena Teknologinya ada, Pendampingnya ada, Fasilitasi dari Dinas terkait ada, tinggal masyarakat mau bergerak, di dukung Kapanewon dan Kalurahan, maka lambat laun kemiskinan akan dapat berkurang, seiring tingkat kesejahteraan masyarakat bertambah.

Ketua KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Retno Setyaning menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dukuh Gejayan, atas diberikannya lahan persawahan untuk kegiatan KWT Srikandi Mandiri, dengan lahan yang cukup luas ini dapat ditanami sekitar 1750 pohon Timun Baby yang dapat dipanen sebanyak 30x panen , selama kurang lebih dalam waktu 2 bulan.

Hari ini adalah panen yang ke 8, dan diperkirakan sampai panen yang terakhir dapat terkumpul sekitar 4 Ton timun, bahkan bisa lebih karena tanahnya sangat subur dengan tingkat keasaman tanah pH 7.

Sedangkan untuk penjualan tidak ada kendala, karena disamping dibeli oleh warga masing masing RT di Gejayan, dengan memanfaatkan pemasaran via Whatsaap Grub, juga di daerah Gejayan banyak terdapat usaha warung makan, seperti pecel lele, warung penyetan dsb, dijual dengan harga cukup baik (Rp. 5000/Kg).

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP didampingi Ulu Ulu, Murgiyanta, SE selalu pengampu bidang kegiatan mengapresiasi KWT Srikandi Mandiri Gejayan yang cukup berhasil mengembangkan budidaya tanaman timun baby, di Lahan seluas 1300 M2 dengan hasil panen yang banyak.

Dengan kegiatan ini dapat mengedukasi warga, untuk bersama sama bergotogong royong dan memperkenalkan berbagai macam teknik pertanian yang menghasilkan income yang luar biasa, sehingga masyarakat dapat menerima manfaatnya secara langsung.

Di Kalurahan Condongcatur semua Padukuhan Telah memiliki KWT, terakhir yang baru dirintis dan berdiri adalah KWT Dewi Sri Padukuhan Kentungan, yang terus akan mendapat pembinaan dan didampingi dari Kalurahan, PPL, Kapanewon dan Dinas, agar dapat segera mengikuti dan berkegiatan seperti KWT lainya

Kapanewon Depok melalui Jawatan Kemakmuran berharap, semoga KWT di Depok tetap semangat memanfaatkan keterbatasan lahan untuk menanam berbagai tanaman sekaligus untuk menambah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah Depok yang terus semakin berkurang dengan berdirinya rumah hunian dan bangunan lainya.

Lahan kosong yang ada semaksimal mungkin dapat dimanfaatkan untuk kegiatan KWT, dan kegiatan lainya yang dapat menghasilkan income bagi warga masyarakat, pungkas Lurah Condongcatur.

(Ome)