Pagelaran Maha Karya Keris Kamorangan Nusantara

IMG_20230527_135950
Spread the love

YOGYAKARTA-PN NEWS, Pagelaran Maha Karya Keris Kamorangan Nusantara, bertajuk ” Keris Sebagai Simbol dan Identitas” persembahan dari Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta, bertempat di Ndalem Poenokawan, jln KH.Ahmad Dahlan no.71, Yogyakarta. Sabtu (275/2023).

Ketua Panitia Murjianto, sekaligus Ketua Sanggar Keris Mataram Yogyakarta mengatakan, Pagelaran Maha Karya Keris Kamorangan Nusantara dilaksanakan dalam rangka turut memperingati hari kebangkitan nasional, yang dipersembahkan oleh sanggar Keris mataram yogyakarta dan pertamina Gas Negara di dukung oleh Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji-Senopati Nusantara, Mertikarya dari Ndalem Poenakawan-Yogyakarta.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai sabtu 27 mei 2023 sampai 29 mei 2023., dihadiri Duta Besar Ngurah Swajaya ( staff khusus menteri luar negeri untuk Diplomasi Kawasan Kementerian Luar Negeri), para pemerhati seni budaya para Mpu.Keris Nusantara ,Tamu Undangan dan Media.

Selain itu, Murjianto menerangkan bahwa, pada pagelaran kali ini kami memberikan, Penghargaan Anugerah Budaya Pelestari Tosan Aji Nusantara bagi tujuh (7) orang insan Pelestari Tosan Aji, diantaranya :
Ki Sungkowo Harumbrojo (Mpu Keris Yogyajarta., Ki Subandi Suponingrat (Mpu Keris Surakarta., Dr.Ir.Hasto Kristiyanto,M.M (Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara)., Jejeneg Mpu Keris (JMK), Pande Wayan Suteja Neka ( Founder museum kerus Neka Art musium (NAM) Ubud -Bali., KPA.Wiwoho Basuki Tjokronegoro (kolektor, pemerhati budaya dan keris nasional)., Nugroho Eko Setyanto,S.Sos.M.M, ( Kepala Kebudayaan Kundha Kebudayaan Kabupaten Bantul) dan MM.Hidayat (Ketua Pengurus Harian Senapati Nusantara dan Ketua PATAKA Surabaya).

Sementara itu, Duta Besar Ngurah Swajaya, mengatakan keris telah diakui sebagai maha karya budaya sekaligus menjadi identitas basional, keris telah ditetapkanbsebagai karya agung budaya dunia sejak 25 nopember 2005, dan masuk dalam daftar representatif warisan budaya tak benda tahun 2008.

Sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi konvensi 2003 UNESCO tentang pelestarian perlindungan warisan dunia, hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk melestarikan warisan budaya tak benda khususnya Keris indonesia.
Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Keris telah menjadi warisan budaya yang berakar kuat dari tradisi masyarakat Indonesia menjadi salah satu elemen kuat dalam rangka mempersatukan bangsa.

Momentum ini menjadi sebuah upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di dunia pendidikan, kebudayaan dan pariwisata dalam upaya melestarikan dan mempublikasikan kekayaan seni budaya bangsa Indonesia.tutur Duta Besar.

Dengan memberi informasi dan publikasi seluas luasnya bagi seni tradisi Tosan Aji yang Adiluhung, yang sudah mendunia sebagai bagian dari inspirasi kreatif dalam pengembangan seni tempa tradisi di tengah hegemoni seni modern yang nantinya juga dapat menjadi bagian dalam diplomasi budaya bangsa di dunia Internasional.

Selain itu, pemerintah juga harus ikut memberi ruang pengayoman yang komprehensif dan kerkelanjutan bagi budaya Tosan Aji sebagai salah satu aset budaya bangsa. Agar tidak hanya berhenti untuk dipamerkan saja , tapi juga harus di ikuti dengan kesadaran, dan keterlibatan serta kepemilikan bersama untuk membangun ekosistim dari hulu ke hilir dalam upaya pelestariannya.

Sebanyak 27 bilah keris kamarongan dari 19 kolektor nasional ikut ambil bagian dalam pameran keris di Gakery Ndalem Poenakawan. Kegiatan lain yang dilakukan pada pagelaran maha karya keris kamorangan nusantara, yaitu Sarasehan Tosan Aji (28/5) dengan Tajuk “Keris sebagai Simbol dan Identitas” dengan pembicara Prof. Timbul Haryono,M.Sc (arkeolog UGM) Dr.Sri Margana (Sejarawan UGM) dan Ki Subandi Suponingrat (Mpu Keris Surakarta) dengan Moderator Ki Arya Pandhu dari SKM Yogyakarta.

Sarasehan kali ini penting dengan mengundang pembicara lintas disiplin ilmu yang akan memaparkan lintasan sejarah perjalanan dari sisi arkeolog dalam contek arti dan makna filosofis. Akan halnya domain warisan budaya tak benda (WBTB) untuk keris yang masuk dalam kategori kemahiran dan kerajinan tradisional, membuatnya memiliki arti yang khusus bagi para kolektor. tutur Ki Arya Pandhu.(Ome)

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!