Organisasi GenRe Ikut Menjadi Tonggak Penyelamatan Remaja Dari Pergaulan Bebas

Palicardo
IMG 20220116 WA0083

 

 

Jakarta – Organisasi Internasional tentunya masih menjadi sesuatu yang asing dipikiran banyak orang, terutama orang-orang yang konsentrasi dunianya tidak menuju kearah tersebut. Organisasi Internasional sendiri merupakan dua kata yaitu “Organisasi” yang berarti sekumpulan orang yang bernaung dalam satu kelompok dengan persamaan tujuan dan “Internasional” yang mempunyai makna suatu cakupan yang sangat luas . sehingga Oganisasi Internasional dapat diartikan sebagai suatu struktur formal dan berkelanjutan yang dibentuk atas suatu kesepakatan antar anggotanya (pemerintah maupun non-pemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan bersama para anggotanya.

Sedangkan salah satu tokoh yang bernama Michael Hass juga mendefinisikan Organisasi Internasional sebagai suatu lembaga atau struktur yang mempunyai serangkaian aturan, anggota, jadwal, tempat, dan waktu pertemuan dengan tujuan untuk mengkoordinasikan suatu kegiatan melalui metode koordinasi rutin dengan teknik seperti pembagian tugas secara formal dalam struktur resmi maupun informal yang melibatkan sistem tidak tertulis dimana unit dalam sistem mempunyai peranan yang berbeda.

Organisasi Internasional dapat digolong-kan dalam dua kategori utama yaitu :

Organisasi Internasional Antar Pemerintah (Inter-Governmental Organization/IGO), yang anggota nya terdiri dari delegasi resmi pemerintah negara-negara, misalnya PBB dan WHO.

Organisasi Non Pemerintah (Non-Governmental organization), yang terdiri dari kelompok-kelompok swasta dibidang keilmuan, keagamaan, teknik, kebudayaan dan masih banyak lagi.

Karakter dari Organisasi Internasional antara lain :

  1. Organisasi permanen untuk menjalankan fungsi tertentu.
  2. Keanggotaan sukarela.
  3. Ada instrument dasar yang menyatakan tujuan, struktur, dan metode pelaksanaan.
  4. Badan konsultatif yang representative.
  5. Sekertariat permanen yang menjalanan fungsi administrative, penelitian, informasi.

Seperti yang kita ketahui bahwa negara bangsa selama beberapa abad telah menjadi actor utama dalam politik dunia, dan negara cenderung bertindak secara unilateral (segala agenda yang didukung tindakan sepihak) dalam mencapai kepentingannya melalui sistem internasional.

Sejak saat itu, Organisasi Internasional dijadikan Alternatif melalui :

(1) organisasi global, regional yang menyediakan struktur organisasi dimana negara dapat bertukar pendapat, berdebat dan membuat kebijakan/policy terkait isu internasional dan menerapkannya untuk menjalankan berbagai aktivitas.

(2) banyak lembaga terlibat dalam memajukan kerja sama politik, ekonomi dan social, karena organisasi internasional dipandang dapat menjadi masa depan dengan prinsip “now join your hands, and with your hands your hearts..”, lalu

(3) Membayangkan menjadi apa dengan tetap terbuka terhadap ide-ide baru dapat disalurkan melalui terbentuknya organisasi internasional.

Selanjutnya Praktik Organisasi Internasional terus berlangsung (continuous) relatif belum lama hingga sekarang tumbuh sejumlah OI permanen, dengan ukuran dan skope bervariasi dari multipurpose, universal, single-purpose dengan anggota (negara) sedikit, pembagian secara geografis yang terdiri dari global/regional, pembagian secara fungsi yaitu umum/khusus, serta menganalisis fenomena modern, hampir semua dibentuk abad ini. Melalui kemunculannya ternyata OI mencapai perkembangan yang fantastis yang dapat dilihat dari:

  1. Meningkatnya kontak internasional. Revolusi teknologi komunikasi dan transportasi menjadi lebih dekat, hal-hal tersebut membutuhkan OI agar menjadi rutin dan regulated.
  2. Meningkatnya interdependensi : khususnya dalam bidang ekonomi, IMF, World Bank, organisasi perdagangan dan moneter, kartel, MNCs.
  3. Perluasan masalah transnasional: mempengaruhi negara dan membutuhkan solusi yang membutuhkan sumber daya suatu negara.
  4. Kegagalan sistem yang terpusat pada negara dalam menciptakan keamanan.
  5. Keberadaan dan keberhasilan OI menyediakan role model yang ternyata bisa bekerja sama dan mendorong oi lain.

Perkembangan Organisasi Internasional menjadi sepesat saat ini hingga melahirkan Organisasi Internasional baru tidak lepas dari arus globalisasi yang tidak kalah cepatnya. Melalui perkembangan teknologi melalui globalisasi, IGO, NGO, maupun Organisasi Daerah Lokal pun dapat melangkah lebih maju untuk mewujudkan tujuan dan kepentingannya termasuk mengenalkan OI tersebut kepada masyarakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa kaitan dari Organisasi internasional, Globalisasi, dan masyarakat(biasa disebut global citizen) adalah pemahaman tentang globalisasi menyadarkan kita bahwa kita adalah globalisasi menghasilkan dampak dalam berbagai bidang sosial, ekonomi, politik seperti :

  • Aliran modal yang berupa investasi maupun apangan kerja
  • Aliran manusia yaitu SDM asing dan kompetisi global
  • Eksploitasi MNC seperti daya dukung alam, degradasi, hidup kita , dst.
  • OI concern dengan masalah regional/global

Dari penjelasan diatas mengenai organisasi internasional, penulis telah melakukan wawancara langsung terhadap salah satu organisasi local yang ada di Indonesia,yaitu Organisasi Generasi Berencana “ Genre” yang focus terhadap perlindungan remaja agar terhindar dari pergaulan bebas, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan segala bentuk pergaulan negative lainnya. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) memiliki sebuah program unggulan yang salah satunya menyasar kepada generasi milenial, yatu Program Generasi Berencana atau yang biasa disebut Program GenRe. Program GenRe merupakan suatu program yang dikembangkan dan dilaksanakan untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar tercapai tegar remaja sehingga ke depan dapat mewujudkan tegar keluarga demi terwujudnya keluarga  kecil,  bahagia  dan  sejahtera. Sasaran pelaksanaan program GenRe meliputi dua hal diantaranya adalah melalui pendekatan kepada remajanya langsung  (generasi millenial) yang melalui kegiatan PIK R dan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai anak berusia remaja melalui wadah Bina Keluarga Remaja (BKR).

Mengapa remaja? Seperti kita ketahui bersama bahwa keberhasilan sebuah negara di masa yang akan datang akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda atau remaja pada masa saat ini. Remaja harus mendapatkan perhatian lebih agar dapat melalui masa penting ini sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya sehingga di masa yang akan datang kita mendapatkan remaja yang tangguh yang tumbuh dan berkembang secara optimal. Menurut BKKBN, batasan usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah penduduk pada usia tersebut sangat besar, yaitu mencapai 25,09%. Dengan melihat angka yang besar tersebut, maka perlu dilaksanakan upaya dalam rangka mempersiapkan remaja menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental sosial dan spiritual.

Salah satu dari pelaksanaan Program GenRe ini adalah dengan terbentuknya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). PIK R adalah satu bentuk kegiatan yang dikembangkan oleh program GenRe yang sistem pengelolaannya dari, oleh, dan untuk Remaja. Secara umum kegiatan dalam PIK R diantaranya adalah pemberian informasi dan konseling  tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang meliputi seksualitas, HIV dan AIDS serta NAPZA, serta keterampilan hidup (life skill) yang meliputi ketrampilan advokasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)

“Ya GenRe di fokuskan untuk remaja berusia 10-25 tahun dengan langkah pengembangan dan perlindungan mereka dari dampak-dampak negative pergaulan saat ini, diharapkan melalui Organisasi GenRe yang sudah berkembang ke beberapa provinsi serta dipilihnya Duta GenRe, setiap anak dapat kami tuntun lagi ke pergaulan yang sehat” Ungkap Caesar, salah satu Duta Genre Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Ada beberapa bentuk kegiatan GenRe seperti sosialisasi, konseling, GenRe Go To School, dan Genre Camp, Selain itu untuk bimbingan yang dilakukan, Pengawas Duta GenRe biasanya berasal dari kalangan dengan latar belakang psikologi, gizi anak, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi dalam bimbingan dan penyuluhan” jelas Caesar kembali dalam wawancara.

Sehingga melalui program kerja yang ada, GenRe sangat amat membantu dunia dalam perlindungan remaja guna menciptakan generasi muda yang unggul, berkualitas, berjatidiri dan berkualitas”. (Ezra Yora Turnip)

#Hubungan Internasional Universitas KristenIndonesia – Pelitanusantara.com)