Ngerit Stone Park Distinasi Wisata Bebatuan yang Menarik di Trenggalek

Kefaspelita
IMG 20220918 WA0109

TRENGGALEK – Sektor dunia pariwisata di Trenggalek selama dua tahun terakhir pakum karena dampak bencana non alam pandemi covid 19. Namun kini beberapa destinasi wisata di Trenggalek mulai bangkit kembali dan menggaet pengunjung pasca pandemi.

Salah satunya adalah Ngerit Stone Park (NSP) atau yang lebih dikenal dengan Gua Ngerit. Destinasi yang berada di Desa Senden, Kecamatan Kampak Trenggalek tersebut mulai menggeliat pengunjungnya.

“Alhasil mulai awal tahun sudah bisa buka kembali, sedang sampai sekarang tingkat kunjungan normal ada lonjakan biasanya saat hari libur,” kata pengelola NSP, Suhadi, Minggu (18/9/2022).

Menurut Suhadi, selama beroperasi di pasca pandemi melanda negeri ini, tingkat kunjungan ke wisata milik Perhutani ini mulai membaik. Rata-rata untuk hari biasa puluhan orang/hari, namun jika hari libur ya bisa ratusan. Meski demikian pihaknya tak patah semangat dan terus berusaha mempertahankan wisata tersebut agar tetap eksis.

“Kemarin itu, meskipun tutup, teman-teman di sini masih tetap berusaha melakukan perawatan taman dan sebagainya. Sehingga ketika ada seleksi wisata yang boleh buka, kami siap,” ujarnya.

Suhadi mengaku meski tingkat kunjungan tergolong masih rendah, namun dari trend selama satu bulan terakhir mulai ada peningkatan, terlebih pada saat akhir pekan dan hari libur.

“Biarpun tidak signifikan, sudah ada peningkatan,” jelasnya.

Suhadi menambahkan wisata Ngerit Stone Park memiliki 12 spot yang dapat dinikmati oleh pengunjung, mulai dari batu labirin, gua, jembatan gantung, rumah batu hingga batu kursi.

Untuk menelusuri seluruh spot yang ada, pengunjung terlebih dahulu harus melewati batu labirin. Celah batu yang hanya bisa dilewati satu orang secara bergiliran itu memiliki jalur yang berkelok-kelok, namun pengunjung dapat melihat eksotisme struktur batu yang terpahat secara alami.

“Kalau dulu saat masuk tidak lewat labirin, tapi sekarang kami alihkan ke sana, karena itu cukup menarik,” ujar Suhadi.

Dari situ pengunjung bisa melanjutkan perjalan ke spot lain, termasuk menyusuri gua yang menembus dinding batu sepanjang puluhan meter.

“Setelah dari gua, bisa naik ke atas batu, di situ ada rumah batu, rongga besar yang asik untuk bersantai. Di situ sudah kami siapkan meja kursi juga,” imbuhnya.

Suhadi mengaku untuk menelusuri seluruh spot yang ada di NSP dibutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Pengunjung juga harus menyiapkan stamina, sebab jalur yang dilintasinya naik turun dan berkelok-kelok.

“Jangan khawatir, kalau lelah ada bangsal yang bisa digunakan untuk istirahat,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang pengunjung Alam Saputra Duta Wisata asal dari kota Malang dan juga Dosen UIN mengaku cukup puas berkunjung ke taman batu tersebut, sebab belum ada wisata serupa di Jawa Timur yang menonjolkan keindahan bebatuanya dan konon ada Guo yang digunakan untuk pertapaan Putri Ngerit.

“Di sini ini menarik, terutama batuan-batuannya Indah, lokasinya yang sejuk, serta ada bebatuan yang sangat menarik saat masuk ke gua, kemudian outdoor-nya, pokoknya beda dengan yang lain,” kata Alam.

Menurut Alam, selain untuk berwisata, pengunjung juga sekaligus bisa merasakan sensasi berolahraga, sebab harus menyusuri jalur yang berkelok-kelok dan naik turun.
(mj pelita Nusantara.com)