Ngarso Dalem Hamengkubuwono X Hadiri Puncak Hari Jadi ke-828 Trenggalek 

Kefaspelita
IMG 20220901 WA0147

TRENGGALEK – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menggelar Muhibah Budaya yang terakselarasi dengan Kirap Kerakyatan bersama Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta mulai Senin (29/8/2022) hingga Kamis (1/9/2022) yang hari ini merupakan puncaknya. Kegiatan itu diisi dengan pameran budaya asal DIY hingga serasehan budaya. Muhibah Budaya ini berkolaborasi dengan peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-828.

Kepala Dinas  Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto menyatakan, “tahun 2022 menjadi titik penanda penting bagi trenggalek. Sebab di tahun ini tepatnya pada 31 Agustus 2022, trenggalek genap  merayakan Hari Jadi ke-828. Mendapat kado istimewa yaitu dihadiri Ngarso Dalem Sri Sultan Hemengkubuwono X,” terang Sunyoto kepala Dinas Pariwisata usai kirap kerakyataan didepan Pendopo Manggala Praja, 1/9/2022, Sore.

Keistimewaan DIY dan Trenggalek tentunya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam diri masyarakat, baik dalam bentuk perilaku, tatanan sosial maupun ragam penanda benda bends bersejarah (artefak) yang mencirikan kekuatan aspek historis yang melekat terhadap budaya masyarakat.


“Dalam konteks kedekatan budaya dan historis tersebut, Pemda DIY, dalam hal ini Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan kegiatan Muhibah Budaya yang bertempat di Kabupaten Trenggalek, mulai Senin (29/8/2022) hingga hari ini (1/9/2022),” ungkap Sunyoto.

Adapun rangkaian kegiatan Muhibah Budaya DIY di Trenggalek dilaksanakan dari 29 Agustus hingga 1 September 2022. Berbagai kegiatan digelar dimulai dari sarasehan budaya maritim, pameran aneka kebudayaan DIY terdiri atas  permuseuman, warisan budaya, potensi desa budaya dan klinik aksara Jawa yang akan berlangsung selama tiga hari sejak 29 Agustus 2022 di Gedung Bhawarasa lantai kedua.

Adapun rangkaian kegiatan lainnya adalah workshop  dengan berbagai tema antara lain perfileman, pelatihan macapat, tata busana tradisional gagrak Jogja, tari tradisional Jogja, serta tata rias pengantin gaya Jogja, malam ini akan dipertunjukan dengan pementasan tari Kraton Ngayogyakarta serta pagelaran wayang kulit.

Ia berharap, ragam program kegiatan yang digelar tersebut dapat mengisi perayaan Hari Jadi ke-828 Trenggalek, sekaligus menjadikan budaya sebagai bagian dari ekspresi sumber nilai yang terus dihidupi hingga saat ini. Sejalan dengan itu, ia berharap pameran serta workshop yang digelar dapat terus memperluas cakupan literasi, publikasi, serta sajian informasi mengenai budaya Jogja sehingga mampu membangkitkan ingatan, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggali inspirasi untuk semakin memperkaya kebudayaan Trenggalek.

Ia juga menambahkan, “Muhibah Budaya DIY  ke Trenggalek diharapkan dapat menciptakan relasi budaya yang semakin erat di antara kedua pihak. Relasi setara yang tidak sekadar bersifat instrumental apalagi timpang yang umum terjadi pada pola hubungan patron-klien (relasi) dalam hal budaya,” tegasnya

Di sisi lain, Trenggalek yang telah melalui perjalanan panjang selama 828 tahun, melintasi masa berbagai kerajaan dan kesultanan bahkan sejak era pra-Majapahit, dapat terus merawat semangat kerja sama dan kolaborasinya untuk semakin mengembangkan kehidupan kebudayaan X makin menyejahterakan masyarakatnya.

(mj pelitanusantara.com).