TRENGGALEK – PN NEWS Diduga salah berikan pelayanan kesehatan dalam suntikan Imunisasi di Posyandu desa Gembleb, Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Bayi usia Lima Bulan Meninggal Dunia. Pihak keluarga lapor polisi.
Kedua Orang tua bayi mengatakan, bayinya kejang-kejang usai di imunisasi tanggal 21/3/2023. Melihat hal tersebut kemudian dibawa ke bidan desa dan dikasih obat, namun malam kejang lagi.
“Kata bidan itu sudah biasa dan resiko imunisasi seperti itu,” ucap orang tua korban Mukono RT 16 RW 6 Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, saat dikonfirmasi di Mapolres Trenggalek, Senin 27/3/2023
“Iya kejadiannya benar, namun untuk kronologisnya setelah mendapat imunisasi anak saya kejang dan panas tinggi dan akhirnya meninggal dunia,” imbuhnya
Ia menegaskan, terkait peristiwa tersebut, kami melaporkan ke polres Trenggalek.

“Untuk laporannya, kami sudah sampaikan ke pihak polres Trenggalek, namun masih menunggu ,” ucapnya.
Pihak keluarga menuding ada dugaan kesalahan dalam prosedur pelayanan kesehatan Imunisasi oleh pihak medis saat sang anak diimunisasi di posyandu desa Gembleb.
“Setelah diimunisasi lengannya berbintik merah dan mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Anehnya ditemukan luka memar kebiru-biruan di bagian tubuhnya,” imbuh, orang tua korban.
Mencurigakan pihak keluarga terkait kematian anaknya, usai diimunisasi Selasa (21/3/2023) lalu, korban mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Meski sempat dibawa kebidan dan dikasih obat serta dirujuk rumah sakit namun bayinya meninggal. Dan kami pihak keluarga melaporkan ke polisi agar menjadi perhatian dan tidak terjadi kasus serupa.
Pelaporan tersebut dibenarkan oleh Sugeng Prayitno, Kakek Korban (selaku pelapor, Red) warga, Jalan Ahmad Yani gang Srigading RT 15 Rw 4 Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.
“Benar bahwa laporan kami atas dugaan kesalahan pelayanan kesehatan Imunisasi di posyandu Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang mengakibatkan Cucu saya meninggal Dunia telah diterima pihak Polres Trenggalek,” ucapnya usai pemeriksaan atas laporan tersebut, Senin 27/3/ Sore
Sekedar informasi saat awak media klarifikasi atas kejadian tersebut ke pihak Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum bisa memberikan keterangan karena masih akan dirapatkan besuk bersama tem ahli.
(MJ Pelita Nusantara)













