Tangerang – Dua pekan terakhir, dari pantauan tim liputan untuk gas elpiji atau liquid petroleum gas (LPG) ukuran 3 kg di sejumlah pangkalan gas khusus nya di kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel) terlihat minim alias langka dan sejumlah pangkalan gas yang di temui mulai merangkak naik, sekitar Rp 2.000, dari harga eceran yang di tetapkan Pemerintah. Sejumlah pembeli yang berhasil di temui di salah satu pangkalan gas mengungkapkan rasa keperihatinan terkait langka nya gas 3kg alias gas melon, seperti Gibran pemilik warung nasi di Ceger menyebutkan, sudah sepekan terakhir diri nya mencari gas melon di sejumlah pangkalan gas resmi maupun pangkalan gas lain nya stok kosong, “sudah seminggu saya mencari gas melon selalu di bilang kosong, bingung mau cari kemana lagi mba” kata nya kepada tim liputan hari Rabu (22/01/25) petang di salah satu pangkalan gas elpiji Ceger Pondok Aren Tangsel. Di tempat yang sama juga di ungkapkan Ning, setiap hari diri nya bersama anak mencari gas melon yang ada di Pondok Aren, namun pengakuan sejumlah pangkalan gas yang di ketahui nya selalu kosong, dan beberapa tempat pangkalan gas harga eceran nya variatif, “mulai dari Pondok Kacang sampai Ceger, selalu di kata kosong”
kata warga Pondok Jati. Ibu rumah tangga tersebut juga menambahkan dengan kenaikan harga eceran yang berbeda beda, “ada yang sudah naik tembus Rp 19.500” kata nya Rabu (22/01/25)
Tidak hanya di kecamatan Pondok Aren, hal serupa juga di alami di kecamatan Jayanti, kabupaten Tangerang. Kabar Langka nya Gas melon yang di informasikan masyarakat ke redaksi, beberapa toko kelontong maupun warung di temui tumpukan tabung gas kosong yang sudah berjalan selama sepekan lebih, Ana pemilik toko kelontong kepada tim liputan mengungkap kan diri nya sudah DO (delivery order) ke agen resmi beberapa hari lalu, namun sampai saat ini belum di kirim
Tim liputan telah mencoba mengkonfirmasi terkait kabar gas melon baik ke Hiswana Migas DPC Tangerang dan Disperindag Tangerang Selatan, via whatsapp namun sampai saat ini belum merespon kabar tersebut.
Jakarta
Sementara itu dari Jakarta Pusat, tepat nya di Sawah Besar dan Karang Anyar mengalami hal yang sama, langka nya gas subsidi tersebut sudah di alami masyarakat setempat selama dua pekan belakangan ini, Eki Pemilik pangkalan gas resmi, menyebutkan dirinya sudah DO sepekan lalu via Wa ke distributor, “nanti di kirim, sabar ya pak” ujar pemilik agen gas Sawah Besar tersebut. Diri nya juga membenarkan bahwa belakangan hari, pengiriman gas berkurang “biasa nya datang sebanyak tiga truk besar, namun pekan lalu berkurang hanya dua truk” kata nya Selasa (28/1/25)
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait tentang langka nya gas bersubsidi alias gas melon
“Gas nya kosong, bu”
(Jm-pelitanusantara)
