TRENGGALEK – Gerombolan jas biru dari Mahasiswa Trenggalek yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mulai bergeser dari Stadion Menak Sopal menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (18/04/2022).
Teriknya matahari tak menyurutkan semangat puluhan kader militansi PC PMII Trenggalek. Kumandang suara orasi penolakan akan kenaikan BBM dan bahan pokok terus didengungkan sepanjang jalan raya Trenggalek.

Wajar jika terjadi kemacetan atas aksi dari Mahasiswa long march menggunakan sepeda montor itu, namun tak selang lama arus lalu lintas kembali lancar.
Alunan pekik lagu pergerakan membuat getar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sehingga pihak keamanan memantau dengan seksama. Tak hanya orasi dan menyampaikan tuntutan saja, namun juga gelar doa bersama, bermunajad memohon kepada Alloh semoga para pemimpin dalam menentukan kebijakan senantiasa pro rakyat.
Muhammad Rudi Kholikunnahar Koordinator Lapangan demonstrasi itu mengatakan bahwa aksi doa bersama itu serangkaian dalam menyampaikan tuntutan penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa berjalan lancar.
Alasan Rudi doa bersama tersebut supaya apa yang menjadi tuntutan yang dibawa itu menjadi kebijakan yang sangat memihak kepada masyarakat.
“Supaya apa yang kami sampaikan bisa terkabulkan oleh Allah SWT dengan adanya doa bersama itu,” kata Rudi.
Tak hanya ditujukan dalam tuntutan saja, namun juga khusus untuk Wakil Rakyat DPRD Trenggalek, agar lebih mendengar jeritan masyarakat.
“DPRD biar membuka telinga, fikiran dan hati dengan doa bersama itu, karena selama ini rakyat telah sengsara karena kenaikan bahan pokok seperti minyak goreng dan kenaikan BBM, dan PPN 1 persen,” tegasnya.
Rudi juga menambahkan, kepada siapa kami mengadu kalau bukan kepada wakil wakil kami, agar nistapa yang membelengu rakyat bisa terurai.
(mjĀ pelitanusantara.com).
