Merdekakan Anak Indonesia Dari Stunting.

yupiterjogja
IMG 20230519

YOGYAKARTA-PN NEWS, Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Tajuk ” Merdekakan Anak Indonesia Dari Stunting”, dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman ,Jumat  ( 19/5/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi IX, DPR RI , H.Sukamto,SH., Sunarto ,SE,MM, Inspektur Inspektorat Wilayah II BKKBN Pusat., Muh. Darodji, S.KM, M.PH, Kabid K3-Dinas P3AP2 KB Kab.Sleman., ibu.Rohdiana Sumariati, M.Sc, Pj.Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN DIY., Dan Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, S.I.P, M.IP. dan tamu undangan lainnya serta konstituen di wilayah DIY dan sekitarnya.

H.Sukamto,SH, Anggota DPRRI Fraksi PKB , Dapil DIY, disela-sela kegiatan kepada media mengatakan, kegiatan ini adalah kerjasama anggota DPR RI dan BKKBN di wilayah DIY, dengan anggaran Dewan.

Lebih lanjut H.Sukamto menuturkan, Kegiatan BKKBN Bangga Kencana yang dilakukan hari ini, adalah sesuai Instruksi dan harapan Presiden RI (Joko Widodo) untuk penurunan angka stunting secara nasional, yang saat ini masih cukup tinggi , dan diharapkan pada tahun 2024 mendatang bisa berada dikisaran 14%.

Berdasarkan fakta dilapangan angka stunting nasional satt ini berada pada angka 21,6%. Sukamto SH, mengatakan, anak yang lahir stuntung , tidak bisa apa-apa dan ini memberatkan orang tua dan Pemerintah, untuk menurunkan angka stunting mencapai 14% ditahun 2024 mendatang hal ini tidak mudah.

Untuk menghindari anak lahir stunting, maka jangan kawin terlalu muda, karena beresiko anak lahir stunting, dan dikala ibu hamil perlu makan dengan asupan gizi yang cukup dan istirahat yang cukup, dan untuk bapak -bapaknya diusahakan untuk tidak merokok dan minum minuman keras, memang tidak selalu anak orang tua perokok lahir stunting, tapi kemungkinan atau berpotensi anak lahir stunting bisa terjadi.

Aturan pemerintah , bahwa syarat usia menikah ,untuk wanita 19 tahun dan usia laki-laki 21 tahun, namun seyogianya, paling baik menikah pada usia 21 tahun bagi wanita dan 24 tahun bagi laki-laki, karena pada usia ini sudah cukup matang dan dewasa, karena biasanya kawin muda memiliki resiko selain kesehatan juga gampang bercerai akibat belum dewasa secara emosional.ujar H.Sukamto.

Memang untuk mencapai penurunan angka stunting seperti instruksi Presiden, memang agak sulit, karena keadaan masyarakat saat ini belum baik, sehingga untuk memenuhi standard gizi yang cukup masih kesulitan.

Harapan kami agar masyarakat terutama generasi muda yang akan menikah, ikuti aturan yang ada, dan usia nikah baik perempuan maupun laki-laki harus sesuai yang disyaratkan, dan saat ibu Hamil jangan melakukan pekerjaan yang berat, dan untuk bapak-bapak jangan merokok dan minum minuman keras , dan menjaga agar ibu Hamil tidak setres , hal ini perlu dilakukan untuk generasi bangsa yang lebih sehat dan memiliki daya saing.pungkasnya.

Peserta

Sementara itu,Luruh Condongcatur, mengatakan kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan hari ini dari BKKBN Pusat , BKKBN DIY dan juga hadir tokoh masyarakat kita H.Sukamto,SH, anggota DPR RI Fraksi PKB dapil DIY hadir memberikan motivasi.

Stunting adalah program nasional yang harus direspon masyarakat dan Pemerintah serta tokoh masyarakat, dan untuk kalurahan Condongcatur kita terus bahu membahu , agar stunting ini kita tekan seminim mungkin, dan mudah-mudahan dengan motivasi yang diberikan hari ini membawa manfaat yang baik.

Semoga di wilayah condongcatur betul-betul kita bersinergi bersama semua pihak dan masyarakat, berupaya menurunkan dan menghilangkan stunting diwilayah Condongcatur. Persoalan stunting bukan persoalan ekonomi tapi adalah pola asuh, hal ini yang perlu kita perhatikan bersama, bagaimana menjaga anak ditengah-tengah kesibukan serta pemenuhan gizi keluarga perlu diperhatikan,agar anak tumbuh berkembang dengan baik
Pungkasnya.(Ome)