MERDEKA BELAJAR

Pelitanusantara.com

(Suatu Repleksi Pendidikan Dalam Acara Wisuda Kelulusan TK.B, Kelas VI dan Ucapan Syukur Kenaikan Kelas di Sekolah Tunas Pertiwi Bogor 9 Juni 2021)
 

PENDAHULUAN
Sejak dini, anak-anak harus dibekali dengan iman, pengetahuan tentang kehidupan dan ketrampilan yang mendasar dan praktis. Anak-anak di latih sejak dini dalam hal disiplin, mandiri, bertanggungjawab karena pada usia tersebut, anak anak mudah menyerap, anak-anak memiliki kehidupan natural, bukan artificial.

PEMBAHASAN
Pengertian merdeka belajar secara umum adalah menggali potensi (onloc Potencial) setiap Sekolah, Guru, Murid dan Orang tua untuk terus berinovasi, kreatif dan perfikir kritis bahkan out the box keluar dari car acara yang sudah biasa dilakukan. Namu tetap berbasis karakter dan kearipan budaya local.

Merdeka Belajar Dalam Konteks Sekolah.

Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan yang mewadai proses belajar mengajar yang akan melahirkan lulusan yang beriman, berkarakter dan bepersetasi sejak dini sesuai dengan bakat, talenta perlu terus melakukan adaptasi. Sekolah harus memiliki kebebasan dalam berinovasi, baik dalam kurikulum agar menjawab kebutuhan anak, metode belajar yang relevan solutif untuk kemajuan anak.

Merdeka Belajar Dalam Konteks Guru.

Guru merupakan pribadi yang sangat berpengaruh dalam menamkan karakter, keimanan, pengetauan dan ketrampilan kepada anak didik. Oleh karena itu setiap guru harus memiliki spiritulitas kompetensi, terbuka, berpikir kritis dan keratif dalam meresponi merdeka belajar. Setiap guru harus focus kepada anak didik, menggali potensi, talentah, bakat dan mendapingi dalam proses belajar sehingga anak anak bertumbuh seutuhnya dalam sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan.

Merdeka Belajar Dalam Konteks Peserta Didik.

Setiap anak yang terlahir dalam keluarga, baik mereka lahir dengan fisik yang sehat, utuh atau lahir dengan fisik yang tergangu atau berkebutuhan khusus pasti memiliki potensi yang besar. Merdeka belajar dalam konteks kepada anak-anak, kita harus memiliki pemahaman yang luas, mulai dari mengenali karakter, mendorong anak anak berfikir kritis, kreatif sehingga proses belajar dan tumuh kembang, mereka senang dalam mengaktualisasikan diri.

Merdeka Belajar Dalam Konteks Orang Tua.

Setiap keluarga, orangtua yang Tuhan percayakan memiliki anak anak secara biologis, harus bersyukur karena tidak semua keluarga Tuhan anugerahkan untuk memiliki keturunan yaitu anak-anak baik dengan jenis kelamin Pria atau Wanita. Kemerdekaan belajar dalam kontek orang tua adalah memiliki cara pandang yang benar tentang belajar, berpikir kristis dalam proses pendidikan, dan realistis. Pendidikan dan pembelajarn yang seutuhnya dimulai dari keluarga, dimana anak-anak memdapatkan Pendidikan tentang kehidupan dari rumah, dan guru yang terbaik, guru yang hebat adalah Ayah dan Ibu. Oleh karena itu kita harus menyadari banhwa penting setiap keluarga, sekolah, guru menjadi mitra dalam mendidik anak anak.

PENUTUP

Kehidupan manusia untuk tetap bertahan, berkembang dan maju haruslah terus beradaptasi. Sikap terbuka kepada perubahan zaman sangatlah penting untuk kehidupan yang lebih baik. Salah satu cara adaptasi adalah terus belajar, dengan belajar seumur hidup kita akan mewariskan kepada generasi berikutnya kebenaran, inam, pengetahuan dan ketrampilan. Diatas kita sudah belajar merdeka belajar secara umum, namun kita perlu memahami merdeka belajar secara khsus. Pengertian merdeka belajar secara khusus adalah. Setiap Guru, Anak dan Orang tua mengalami kemerdekaan dari dosa, kutuk kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan mental.

Yohanes 8:32, 36 (TB) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Kemerdekaan yang sejati dimulai dari Roh, dimana manusia diselamatkan oleh iman kepada Yesus, sehingga jiwanya, pikiran, perasaan dan kehendak terus ditransformasi seperti Yesus sebagai pencipta, dan kehidupan jasmaninya sehat, berprestasi sejak anak-anak dengan bakat dan talentahnya. Alkitab, kmenegaskan tentang kebenaran yang membebaskan manusia dari dosa, dunia, dan kuasa-kuasa kegelapan. Kebenaran yang menyelamatkan hanya dinyatakan oleh Allah “melalui Roh-Nya” (1Kor 2:10) dan tidak berasal dari seorang atau dari hikmat manusia (1Kor 2:12-13).

Ditulis Oleh: Obden Sumero Odoh S.Th., M.Pd.K . (Guru Di Sekolah Tunas Pertiwi Bogor.)

Daftar Pustaka
Alkitab, 2017 Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/mendikbud-tetapkan-empat-pokok-kebijakan-pendidikan-merdeka-belajar. Disadur 1 Juni 2021, pukul 16:00 wib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *