Dalam hidup, kita tak pernah lepas dari dosa dan kesalahan, hal ini karena kita manusia lemah dan terbatas.
Kita boleh saja berjanji untuk tidak melakukan lagi dosa dan kesalahan, namun tetap saja jatuh ke dalam dosa dan kesalahan. Karena itu yang kita butuhkan sesungguhnya adalah pengampunan, yang kita butuhkan adalah hati yang penuh belas kasihan yang mau menerima kita kembali.
Kalau kita menuntut atau mengharapkan pengampunan dari orang lain, mengapa kita merasa sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita?Mengapa kita enggan untuk menerima permohonan maaf dari sesama kita?
Kita pasti takut akan mendapat “paku-paku” yang dapat melukai hati kita kembali. Saat seseorang yang menggoreskan sebuah luka dengan menggunakan “paku”, tak sedikit orang yang memungut “paku” itu dan menyimpannya.
Banyak orang lebih suka menyimpan dendam. Saat dendam itu dipelihara, maka akan menimbulkan akar pahit, akar pahit akan membuat hidup kita tidak damai sejahtera.
Tuhan tak pernah mengajarkan dendam, namun Dia selalu mengajarkan kasih yang penuh dengan pengampunan.
Saat orang lain melukai hati kita, datanglah kepada Tuhan, hanya Dialah yang mampu menyembuhkan luka hati yang tersembunyi. Saat kita membuka pintu pengampunan, maka berkat-berkat yang dari sorga itu pun akan tercurah ke dalam kehidupan kita.
Orang beriman mesti selalu punya hati yang selalu berbelas kasih, orang beriman mesti selalu menimba kasih Tuhan yang senantiasa mengalir dalam hidupnya. Untuk itu kita mesti selalu membuka hati kita bagi rahmat Tuhan, dengan demikian kita mampu mengampuni sesama yang melakukan dosa dan kesalahan.
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Mikha 7 : 18-19
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya. WALK with GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel
