Menko Perekonomian Harap Sektor Retail Jadi Tulang Punggung di Tengah Ketidakpastian

Publikasi 1713446749 66211f5df3845
Spread the love

Jakarta, Pelitanusantara.com – Meskipun dihadapkan dengan kompleksitas ketidakpastian global mulai dari pandemi COVID-19 hingga eskalasi tensi geopolitik, perekonomian nasional terbukti mampu memiliki resiliensi dengan mencatatkan pertumbuhan yang positif mencapai 5,05 persen (year on year/yoy) pada 2023.

Torehan pertumbuhan ekonomi tersebut juga diiringi dengan level inflasi yang terjaga dan didukung dengan peningkatan sejumlah leading indicator perekonomian seperti Neraca Perdagangan, Cadangan Devisa, Indeks Keyakinan Konsumen, hingga Purchasing Managers Index.

Salah satu sektor yang memiliki kontribusi signifikan bagi capaian pertumbuhan ekonomi tersebut yakni sektor perdagangan dengan besaran hingga 12,96 persen terhadap PDB. Pada sisi demand, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh kontribusi aspek konsumsi dan investasi.

Dengan struktur perekonomian yang didominasi dengan konsumsi tersebut, peran sektor ritel sangat esensial bagi pertumbuhan ekonomi nasional dengan pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan penyerapan tenaga kerja yang optimal.

โ€Sektor ini menyerap tenaga kerja besar, dan tentu sektor perekonomian ini penting karena jadi tempat untuk menyerap produksi dalam negeri, tentu kita mengapresiasi keberadaan sektor ritel karena sektor ini sudah recover daripada di periode COVID-19 kemarin,โ€ ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara Pengukuhan Pengurus Himpunan dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Masa Bakti 2024-2026, pada Kamis (18/4/2024).

Lebih lanjut, Menko Airlangga berharap bahwa setor retail dapat berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, terlebih pembelian barang produksi dalam negeri dapat menjadi salah satu penunjang perekonomian nasional selama ketidakpastian yang tinggi saat ini. Selain itu, Menko Airlangga juga berharap agar sektor retail tersebut dapat dibentuk sebagai retail modern yang juga menjadi salah satu outlet untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan menjadi window kenaikan harga, sehingga retail modern dapat berperan untuk menjaga stabilitas harga.

Selanjutnya, dengan tingginya jumlah masyarakat yang juga memiliki usaha retail, Menko Airlangga menghimbau agar dapat dilakukan pemberdayaan terhadap pelaku usaha retail dari masyarakat tersebut. Dengan dilakukannya pemberdayaan diharapkan dapat meningkatkan akses distribusi logistik dan level playing field dengan pasar modern.

โ€Saya mengapresiasi bahwa dengan adanya kehadiran industri perdagangan ritel ini kehadiran barang yang ada untuk masyarakat jadi baik untuk availability dan akses, selanjutnya yang menjadi penting juga masalah logistik karena logistik menjadi kunci harga barang yang lebih kompetitif,โ€ pungkas Menko Airlangga.

Tinggalkan Balasan

error: Coba Copy Paste ni Ye!!