(Panduan Praktis Hidup Berkarakter Pahlawan Saat Pandemi Covid-19)
Penulis Anita Rohana Sitio,SP.,M.Pd.K
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari dari pada orang-orang yang menang, oleh DIA yang telah mengasihi kita
~ Roma 8:37~
Bagian 1 – Pemenang (Roma 8 :37)
Pelitanusantara.com | Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Pemenang bermakna orang yang mengalahkan musuh atau meraih hasil karena mengalahkan musuh. Dalam ayat renungan hari ini, status orang yang mengasihi Tuhan adalah menang atas peperangan. Siapakah musuh dalam peperangan itu?Musuh kita bukan sesama manusia yang memiliki darah dan daging seperti kita. Pada Efesus 6 : 12 tertulis “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melainkan pemerintah, penguasa, penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”. Musuh yaitu roh-roh jahat itu bisa memakai kondisi yang sedang kita alami seperti penindasan atau tekanan jiwa, kesesakan karena persoalan, penganiayaan karena iman yang kita pegang kuat, kelaparan karena kekurangan makan dan minum, kekurangan pakaian, bahaya yang mengintai rasa aman dan pedang yang terhunus kepada kita. Bahkan, ditengah pandemic Covid 19 ini kita berada dalam bahaya maut sepanjang hari (Roma 8 :36). Virus Corona indentik dengan penyakit kerumunan atau interaksi dengan sekitar.Suatu kesulitan sebagai mahluk sosial kita ditahan untuk tidak bertemu orang-orang.Makanya kita berada dalam peperangan melawan maut sepanjang hari.Tetapi syukur kepada Yesus Kristus yang menjamin kemenangan atas kita setiap hari.
Apa yang kamu butuhkan dari Allah dalam peperanganmu hari-hariini ?
Bagian 2 – Lebih dari Pemenang(Roma 8 :32)
Rasa kuatir yang sedang melanda dunia karena penyakit Covid-19 membuat manusia mengalami banyak kesulitan.Dalam perjalanan hidup Paulus saat melayani Tuhan juga menceritakan kesulitan walau dengan kasus yang berbeda.Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Roma yang pada saat itu sedang mendapat tekanan dari bangsa lain lain dan juga konflik yang sedang terjadi dalam jemaat Roma. Dalam satu peperangan, semua pihak pasti akan memiliki target untuk menang, jika tidak menang otomatis kalah. Dalam prinsip kebenaran Firman Tuhan, kemenangan kita adalah anugrah yaitu pemberian karena Yesus Kristus yang sudah lebih dahulu memenangkan peperangan kita. Dalam bacaan hari ini :” Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan DIA?”
Anugrah karena kemenangan Yesus di kayu salib atas dosa, kegelapan, maut itulah yang menjadi jaminan kita lebih dari pemenang.Apakah karena kita sudah lebih pemenang tidak perlu berperang lagi? Selama dalam dunia yang terbatas ini, selama dalam daging dan jiwa yang terbatas ini, kita akan terus berperang. Namun saat berperang, mental kita sudah tidak mental ketakutan, keraguan apakah kalah atau menang, tetapi mentalitas pemenang bahwa kita hidup dalam anugrah kemenangan Yesus di kayu salib.
Peperangan melawan apa yang masih sulit bagimu? Majulah, jangan menyerah.Tuhan menyediakan kemenangan bagimu!
Bagian 3 – Medan Peperangan (2 Korintus 10 :5)
Setelah alat kesehatan menjadi langka karena penyebaran virus Corona yang meresahkan masyarakat kita hari ini, persediaan pangan dan daya beli masyarakat Indonesia juga jadi pergumulan baru akibat pandemi covid-19 yang sudah memasuki bulan keempat di Indonesia.Iblis bisa memanfaatkan kondisi untuk menyerang pikiran manusia yang menjadi medan peperangan kita. Iblis yang disebut bapa segala dusta (Yohanes 8 :44) mendustai kita. Dia memberitahu kita tentang diri kita, tentang orang lain dan tentang keadaan yang tidak benar. Melalui siasat dan tipu dayanya, iblis berusaha mendirikan benteng-bentang dalam pikiran kita. Benteng itu adalah wilayah berpikir dimana kita terbelenggu karena cara pemikiran yang salah seperti curiga, takut, bimbang, rasa ingin tahu. Namun , karena peperangan kita dipimpin oleh panglima Perang yang sudah menang maka kita tidak akan kalah dengan tipu muslihat iblis tersebut. Pada bacaan renungan hari ini, kita dengan berani berkata :”Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus”.Bahkan Yesus menyerahkan yang paling mulia yaitu nyawaNya di kayu salib, supaya manusia menemukan Dia dan mendapatkan hidup dalam kemenangan.
Apakah ada belenggu dalam pikiranmu yang sulit untuk dilepaskan ?. Percaya hari ini FirmanNya melepaskan belenggu itu!
Bagian 4 – Senjata dalam Peperangan (Efesus 6 :11)
Salah satu kebutuhan dalam peperangan adalah senjata. Dalam artikel kompas.com dituliskan lima senjata yang mematikan dalam sejarah peradaban manusia yaitu senapan maxim, nuklir, senapan serbu, kapal selam, senjata biologi. Bahkan ditengah pandemic covid 19, sudah lebih dari 1.351 orang mengalami kematian di Indonesia (www.covid19.go.id update 23 Mei 2020).Virus Corona menjadi senjata mematikan yang sedang ditakuti oleh penduduk di bumi hari ini.
Bagaiamana dengan senjata bagi kita gereja Tuhan.Dia menyediakan senjata ampuh buat kita untuk menang.Senjata pertama adalah berikat pinggangkan kebenaran yaitu kesetiaan kepada Tuhan ibarat kesetiaan ikat pinggang pada pinggang tuannya.Senjata kedua adalah baju zirah keadilan, yang menggambarkan hati yang tulus melekat kepada Tuhan.Senjata ketiga adalah kasut kerelaaan untuk membawa damai sejahtera ke komunitas kita. Senjata keempat perisai iman untuk memadamkan panah api si jahat. Senjata kelima adalah ketopong keselamatan, seperti topi pelindung kepalayang menjagai pikiran supaya fokus memandang kepada Tuhan. Senjata keenam adalah pedang rohyaitu perkataan Allah. Dalam Yohanes 8 :31-32 dituliskan bahawa kebenaran itu akan memerdekakan. Kita akan menang atas tipu muslihat iblis saat kebenaran Tuhan membaharui pikiran kita.
Paulus yang tertekan dalam banyak hal karena melayani Tuhan belajar menaklukan pikirannya yang terbatas kepada ketidakterbatasan Tuhan.Percayalah, selalu ada penyediaan senjata buat para prajurit-prajurit perang Allah.
Senjata apa yang masih jarang kamu pakai dalam peperanganmu? Coba pakai setiap hari !
Bagian 5– Pahlawan (Yoel 3 :11)
Indonesia memperingati 10 Nopember sebagai hari Pahlawan.Para jasa pahlawan dikenang atas peperangan yang mereka menangkan. Kenangan itu akan menjadi warisan abadi. Yesus, pahlawan kemenangan atas hidup orang percaya menjadi cerita sepanjang masa. Saat merasa letih dan lelah dalam medan peperangan yang diwajibkan untuk kita, selalu ada kekuatan baru dalam batin saat mengingat dan memperkataan dengan iman apa yang sudah DIA selesaikan di kayu salib. Itu seperti energi baru setiap saat buat kita.Pada 1 Korintus 11 :24 dituliskan perbuatlah ini menjadi peringatan akan Tuhan. Seorang pahlawan akanmengingat apa yang diperbuat panglima atau pimpinannya. Bapa-bapa Rohani kita sering mengatakan ingatlah yang perlu diingat dan lupakan yang tidak perlu diingat.Gereja yang kuat adalah gereja yang mengingat sejarah tentang perbuatan Tuhan yang besar bagi anggota tubuh Kristus sebagai pribadi ataupun jemaat bersama-sama.
Disaat pandemi covid-19, Tuhan akan bergerak dan membawa turun para pahlawanNya (Yoel 3 :11). Dia akan memakai tubuh Kristus yang tersusun rapih. Kesembuhan, pemulihan, pertolongan menjadi kebutuhan primer saat ini dan itulah Injil, kabar baik buat semua orang. Masa kesesakan ini menjadi kesempatan memunculkan siapa sebenarnya kita dan karakter apa yang dikembangkan selama ini. Saat pemuridan kita dilatih menjadi pelajar yang disiplin dalam waktu, mahasiswa dilatih untuk menjaga kekudusan, karyawan dilatih menjadi teladan dalam etos kerja, pengusaha dilatih untuk jujur, orang tua/keluarga dilatih menjadi pengayom dan pemberi rasa aman.Ini saatnya karakter yang dilatih dalam rumah rohani dimunculkan.Semua kita adalah pahlawan dan Tuhanlah panglima perang kita.
Apakah kamu mau disebut pahlawan kerajaan Allah? Kuat dan teguhkan hatimu!
Bagian 6 – Mentalitas Pahlawan (Amsal 16 :32)
Mental atau sikap seperti apa yang dimiliki seorang pahlawan atau pemenang ?Bacaan hari mencatat orang yang sabar melebihi seorang pahlawan.Sabar adalah salah satu ciri kasih pada 1 Korintus 13 dan disebutkan di awal dan akhir penjelasannya.Disebut dua kali menandakan begitu pentingnya sabar bagi kehidupan ini. Biasanya dalam peperangan, prajurit harus sabar untuk tidak memusingkan dirinya akansoal penghidupannya. Jarang mereka berganti pakaian, tidak bertemu keluarga, menu dan jadual makan saat dimedan perang juga bisa diabaikan agar mereka tetap fokus kepada peperangan yang dihadapi.
Dalam perjuangan kita hari ini, rumah rohani/komunitas rohani menjadi barak/rumah persiapan kita untuk melatih mental kita. Saling bertumbuh dalam komunitas rohani akan memuridkan kita untuk memiliki mentalitas pahlawan. Kesabaran akan memudahkan proses pemuridan menjadi pahlawan Kristus dalam area kehidupan kita. Kesabaran menanggung beban bersama dalam membangun rumah rohani ini sangat diperlukan.Semua anggota tubuh Kristus harus memainkan perannya baik sebagai nabi, gembala, penginjil, rasul, gembala dan guru.Saat memainkan peran, kita tidak perlu membandingkan apalagi mempertandingkan. Pemenang membandingkan prestasinya dengan tujuan mereka, sedangkan pecundang membandingkan prestasinya dengan capaian orang lain.
Apa yang membuat kamu sulit sabar menghadapi proses menjadi pahlawan Allah? Ceritakan kepada keluargamu, agar kamu menang dan menjadi pahlawan !
Bagian 7– Para Pemenang
Hari-hari ini, ibadah dirumah-rumah masih menjadi alternatif karena mengikuti anjuran pemerintah ‘dirumah aja’.Momentum baru bagi anggota keluarga untuk menjadi Worship Leader, Singer, Pemusik, Pembawa Firman. Kesungguhan beribadah tidak lagi diukur karena tim musik, dekorasi ruang ibadah, pakaian dan petugas ibadah raya. Banyak status dalam media sosial bertuliskan dialog Tuhan dan iblis yang maknanya benar. Iblis merasa dia menang, gedung-gedung gereja ditutup karena tidak ada ibadah, justru Tuhan yang mengklaim kemenangan karena saatnya gereja-gereja hadir disetiap rumah.
Kita punya waktu beribadah yang lebih banyak dan kapan saja tidak lagi terbatas dengan jarak.Keluarga dan teman yang terpisah jarak atau denominasi gereja, melalui teknologi online sudah bisa bersekutu bersama. Hubungan-hubungan yang gagal di masa lalu, akan dipulihkan melalui kondisi darurat pandemi covid 19 yang menumbuhkan empati. Kegagalan itu akan menginspirasi pemenang. Roh Kudus yang lemah lembut akan menolong kita untuk peka dengan sesama dan berbuat sesuai kesanggupan kita.
Lewat ibadah dan persekutuan rohani yang kamu lakukan, bergaulah dengan para pemenang karena pemenang memberi pengaruh baik kepadamu sedangan pecundang hanya dapat meracunimu
Sumber Pustaka :
____Alktab. Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta, 2012
____ www.suarakristen.com
____ sabda.org













