“haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,” Ulangan 6:18
Pelitanusantara.com Ada kekuatan yang begitu besar dalam suatu sumpah yang diucapkan oleh Allah sendiri, kita hanya tinggal menanti sampai apa yang diucapkanNya tergenapi sesuai dengan kehendakNya. Sumpah yang diucapkan oleh manusia, di dalamnya ada kuasa yang mengikat, apalagi jika Allah yang mengucapkannya, manusia bisa berjanji namun terbatas, tetapi tidak ada sesuatu yang sukar bagi Allah, tidak ada yang tidak dapat dilakukanNya.
Itu sebabnya, sesulit apapun masalah kita hari ini, segelap apapun dunia saat ini, ingatlah bahwa kita memiliki perjanjian yang diikat dengan sumpah, janji pertolongan yang tepat waktu, janji penyediaanNya, janji penyertaanNya, janji yang terbaik bagi kita yang percaya kepadaNya.
Bapa yang baik selalu ingin agar anakNya menerima pemberian yang baik, namun seringkali manusia tidak tahu berterima kasih dan tanpa sadar memilih untuk keluar dari kasih karunia Allah, dengan terus melakukan kebiasaan lama dan menikmati kubangan dosa. Sampai Amsal 1:22-23a katakan: “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Berpalinglah kamu kepada teguranku!” Tuhan tidak berdiam diri ketika melihat kehidupan anak-anakNya bergelimang dalam kenajisan dosa, Ia menyerukan suara pertobatan, dan ini sama seperti Yohanes Pembaptis yang berseru tentang Kerajaan Allah yang akan datang, dan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menyambutNya.
Hari-hari ini adalah penantian kita terhadap kedatangan Yesus yang kedua kalinya, dan FirmanNya telah menyatakan bahwa pada hari-hari terakhir manusia semakin jahat, karena kasih semakin dingin. Itu sebabnya kita yang perlu mewaspadai agar kita tidak larut menjadi sama dengan dunia yang sedang semakin jahat. Maka: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)
Kita harus berani menentang arus, mematahkan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, selalu bertindak hati-hati di dalam setiap langkah agar selaras dengan kebenaran FirmanNya.
Janji yang diikat Bapa dengan sumpah, sudah digenapiNya di dalam Yesus Kristus Tuhan, yang mati membayar lunas hidup kita. “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:29) JanjiNya adalah kehidupan dan bukan kematian, berkat dan bukan kutuk, namun janji yang diikatNya dengan sumpah hanya akan tergenapi jika kita melakukan kehendakNya.
FirmanNya: “apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” (Ulangan 10:12-13)
Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati
Pdt Sylvia Supangkat – GPIA Jemaat El Shaddai
