Mengenang Jiwa Patriotisme Sri Paduka Paku Alam VIII

yupiterjogja
IMG 20221220 WA0064

 

SLEMAN – PN NEWS, Penganugerahan pahlawan nasional kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam VIII, dikenang dalam bentuk atrasi seni budaya oleh Dewan Kebudayaan Daerah , Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Umum Pengurus Dewan Harian Daerah, Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Wisaksono, mengatakan, Presiden Republik Indonesia telah menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KGPAA Paku Alam VIII , melalui Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 96/TK/Tahun 2022 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada 3 November 2022.

Kami dari Dewan Harian Daerah, Badan Pembudayaan Kejuangan 45 DIY, sebagai penerus cita-cita dan pewaris, pelestari nilai-nilai sepakat kejuang ’45, turut mengayubagyo dalam artian mengucapkan terima kasih kepada almaruhum (KGPAA Paku Alam VIII), yang telah mendapatkan anugrah sebagai Pahlawan Nasional.

Pentas Seni Budaya Mangayubagya KGPAA Paku Alam VIII, sebagai Pahlawan Nasional, dilaksanakan di Monumen Yogya Kembali, Kabupaten Sleman, selasa (20/12/2022).

Dalam kesempatan tersebut pihaknya pembacaan puisi, tembang macapat dan tarian Beksan Bondoboyo.

Hal ini dikarenakan , pagelaran seni budaya menjadi bentuk dari peringatan KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional.

Tari Beksan Bondoboyo adalah tari tentang olah keprajuritan, di mana terdapat rasa patriotisme yang notabene adalah bagian dari cinta Tanah Air, ujar Bambang,

KGPAA Paku Alam VIII memberikan contoh keteladanan kepada kita, bagaimana beliau rela berkorban, dimana saat itu Kekuasaannya yang mandiri bergabung dengan NKRI, yang baru merdeka.

Hal-hal sedemikian perlu dikenang dan dicontoh oleh masyarakat dan generasi muda, penerus cita-cita bangsa.

Pengageng Kawedanan Budaya dan Pariwisata Kadipaten Pakualaman, Gusti Pangeran Harya Indrokusumo menyampaikan, KGPAA Paku Alam VIII menanamkan kecintaannya kepada Republik Indonesia.

Pada 17 Agustus 1998, beliau dalam keadaan sakit dan harus duduk di kursi roda, beliau tetap hadir dalam upacara 17 Agustus tersebut, mendampingi inspektur upacara, Komandan Korem 072/pamungkas, Abdul Rahman, ujarnya.

Menimbang kondisi KGPAA Paku Alam VIII saat itu, maka beliau diberitahu untuk tidak perlu hadir, tetapi jawab beliau (Sri Paduka PA VIII) menolak, dengan mengatakan Ini tidak bisa, Ini adalah tanggung jawab kepada Republik Indonesia.

Sementara itu, sambutan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, disampaikan oleh Dikky Muhammad Soleh, dari Dinas Sosial, mengatakan bahwa ditetapkannya KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun 2022 patut disyukuri.

Begitu banyak pahlawan nasional yang berasal dari DIY dan salah satunya adalah Sri Paduka Paku Alam VIII, hal ini tentu menjadi kebanggan untuk DIY, tuturnya.

Semangat nasionalisme dan jiwa patriot , Sri Paduka Paku Alam VIII , dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Semoga kita senantiasa memiliki integritas untuk melanjutkan perjuangan beliau, dan mengisi kemerdekaan bangsa dengan prestasi dan karya yang bermanfaat, pungkasnya. (Ome)