Mengembangkan Sikap Penuh Perhatian – 4

(Tidak Berusaha Mencari Perhatian Bagi Diri Saya Sendiri)

 

Pelitanusantara.com | Sikap Penuh Perhatian didefinisikan sebagai bentuk penghargaan pada seseorang dengan cara memberikan perhatian penuh pada apa yang dikatakan atau dilakukan oleh seseorang tersebut. Ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk kita menjadi seorang yang penuh perhatian, salah satunya adalah dengan tidak berusaha mencari perhatian bagi diri sendiri. Salah satu contoh dalam hal tersebut adalah usaha menarik perhatian yang dilakukan seorang murid saat sedang berada di dalam kelas yang menunjukkan sikap tidak hormat kepada guru dan usaha mendapatkan pengakuan pribadi. Menurut istilah dalam psikologi perhatian sendiri memiliki arti yaitu pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Dimana informasi didapatkan dari pengindraan, ingatan maupun proses kognitif lainnya. Proses perhatian dapat membantu ketepatgunaan penggunaan sumber daya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.

Pada dasarnya penting untuk setiap orang memiliki sikap penuh perhatian dalam setiap kehidupan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa, tidak banyak orang yang menyadari akan hal tersebut. Banyak hal yang dilakukan oleh seseorang dalam menunjukkan sikap tidak penuh perhatian. Salah satunya adalah dengan mencari perhatian terhadap diri sendiri.

Perilaku mencari perhatian adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan cara yang kemungkinan besar akan mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya, biasanya tindakan tersebut dilakukan untuk mendapatkan validasi dari orang lain. Kebanyakan perilaku yang dimotivasi oleh pencarian perhatian dianggap didorong oleh kesadaran diri yang dianggap merupakan eksternalisasi kepribadian daripada perilaku internal atau motivasi diri. Jenis pengaruh tersebut pada perilaku dapat mengakibatkan gangguan kepribadian dan perilaku yang terkait dengan kondisi dalam mencari perhatian.

Dalam hal mengembangkan sikap penuh perhatian, perilaku seseorang yang berusaha mencari perhatian disini adalah usaha untuk menarik perhatian yang dilakukan seseorang di suatu tempat seperti contoh seorang murid yang berada dalam kelas, karyawan yang berada di tempat pekerjaannya atau yang lainnya, untuk menunjukkan sikap tidak hormat kepada orang-orang disekitarnya dan usaha mendapat pengakuan pribadi. Sikap demikian mencuri perhatian dari orang yang layak menerimanya. Setiap orang harus menunjukkan penghargaan kepada seseorang dengan mengacungkan tangan atau dengan tanda isyarat lainnya sebelum berbicara, bukan memotong pembicaraan.

Para pakar psikologi sepakat bahwa seseorang yang suka mencari perhatian dapat juga dikatakan memiliki gangguan kepribadian atau kelainan perilaku yang disebut dengan gangguan kepribadian histrionik yang dimana gangguan tersebut merupakan gangguan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman pada seseorang jika ia tidak menjadi pusat perhatian. Pribadi dengan gangguan seperti ini memiliki hasrat untuk terus diperhatikan dan sering bertindak dramatis untuk mencari dan mendapatkan perhatian dari orang lain, dapat menunjukkan sikap tidak perduli dengan orang lain, cepat bosan dengan hal yang dilakukan. Hingga saat ini, penyebab pasti kelainan perilaku histrionik pada seseorang belum ditemukan. Akan tetapi, para peneliti mengamati bahwa gangguan kepribadian ini bisa muncul baik karena faktor biologis maupun karena faktor lingkungan. Faktor biologis biasanya dipengaruhi oleh genetik. Jika dalam keluarga seseorang ada riwayat perilaku histrionik, dirinya pun jadi lebih berisiko menderita kelainan tersebut. Sementara itu, peran lingkungan biasanya lebih mudah untuk diamati dalam munculnya kelainan perilaku histrionik. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh kelainan perilaku histrionik bisa dipelajari dan ditiru oleh seorang anak dari sosok yang membesarkannya seperti orang tua atau pengasuh. Selain itu, anak juga bisa menunjukkan gejala-gejala histrionik jika tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya, meskipun orang tuanya tidak menderita kelainan perilaku histrionik.

Kelainan perilaku histrionik sulit untuk disembuhkan karena biasanya si penderita akan menolak penyembuhan. Penderita tak akan mengakui dengan mudah bahwa dirinya mengidap sebuah kelaianan perilaku, bukan sekedar suka cari perhatian. Namun, biasanya semakin penderita histrionik beranjak dewasa, dia pun semakin bisa mengendalikan gejalanya. Perawatan yang disarankan bagi penderita kelainan perilaku histrionik biasanya berupa psikoterapi, yang berjalan dalam jangka waktu cukup lama sampai penderita bisa menilai dirinya sendiri tanpa pengakuan atau penegasan dari orang lain.

Untuk itu penting bagi setiap pribadi memiliki sikap penuh perhatian bahkan sikap tersebut seharusnya sudah mulai dilatih sejak masa kanak-kanan. Sikap penuh perhatian merupakan suatu keadaan dimana kita menyadari sepenuhnya apa yang sedang kita lakukan, dengan sungguh-sungguh memperhatikan orang lain, dan memberikan perhatian terhadap sesuatu. Sikap penuh perhatian menyatakan konsentrasi melalui panca indra kita seperti penglihatan, penciuman, pengecapan sentuhan dan pendengaran. Sikap penuh perhatian juga berarti menanggapi ucapan-ucapan oran lain dengan cara yang menunjukkan penghargaan terhadap pribadinya. Sikap penuh perhatian adalah dasar untuk menunjukkan kepekaan kepada oran lain.

Mengapa begitu penting untuk kita memiliki sikap penuh perhatian? karena Allah begitu rindu untuk setiap umat-Nya memiliki karakter penuh perhatian. Kisah tentang dua saudara perempuan Maria dan Marta yang tertulis dalam Kitab Injil Lukas 10:38-42. Dimana pada saat itu dituliskan Yesus bersama murid-muridnya ketika sampai di sebuah kampung, Marta menerima Yesus di rumahnya. Marta, dalam kisah ini disebutkan begitu sibuk sekali melayani Yesus. Ia melayani sedemikian rupa, sehingga tidak bisa melihat pentingnya apa yang dilakukan oleh Maria saudaranya, yaitu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengar perkataan-Nya. Ia tidak mengerti tindakan Maria. Sementara itu, saat ia melayani sambil menggerutu dan mengasihani diri, Marta pun berani meminta pembelaan dari Tuhan dan meminta supaya Maria dapat membantunya juga. Padahal apa yang dilakukan oleh Maria adalah bagian utama dari tindakan melayani. Maria dikatakan duduk di bawah kaki Yesus. Suatu sikap yang menyataan penghargaan kepada Yesus sebagai Guru dan kesiapannya untuk diajar. Maria menangkap saat itu sebagai saat yang tidak boleh disia-siakan dan dilewatkan, siap sebagai seorang murid yang mau mendengar kalimat-kalimat dari Yesus dengan penuh perhatian. Untuk itu, Allah betapa merindukan setiap manusia untuk memiliki karakter penuh perhatian karena Allah sendiri adalah Allah yang penuh perhatian kepada setiap umat-Nya. Melalui kehidupan bangsa Israel kita bisa melihat bagaimana Allah begitu memperhatikan setiap umat-Nya.

Kita bersyukur memiliki Tuhan yang begitu peduli dan penuh perhatian kepada umat ciptaanNya. Untuk itu sebagai umat yang sudah terlebih dahulu mendapatkan perhatian Allah, maka kita juga harus belajar untuk memiliki sikap penuh perhatian. Karena sejatinya hal itu menyukakan hati Tuhan. Allah menuntut umatNya untuk punya karakter penuh perhatuan baik kepada Allah Sang Pencipta maupun perhatian kepada orang-orang di sekitar kita. Mari kita belajar untuk menjadi penuh perhatian supaya kita tidak lagi berfokus pada diri kita sendiri tetapi belajar menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita dan menjadi berkat bagi orang lain dengan penuh perhatian saat mendengarkan setiap perkataan dari orang lain.

 

 

Daftar Pustaka

Sternberg. R.J. (2006) Cognitive Psychology Bellmont,CA:Thomson Wadsworth

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/suka-cari-perhatian-gejala-histrionik/

http://sekolahathalia.sch.id/2017/05/19/allah-yang-penuh-perhatian-2/

https://analisadaily.com/berita/arsip/2015/11/21/190647/konsep-melayani-maria-dan-marta/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *